Kamis, 14 Dec 2017
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Mancing, Temukan Bayi Membusuk  

Selasa, 03 Oct 2017 21:28 | editor : Didin Cahya FS

GRAFIS/ HENDRA NOVIAS

GRAFIS/ HENDRA NOVIAS

TULUNGAGUNG – Niat hati ingin memancing di area Kedung Coban Kali Song, Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo, pada Minggu (1/10) kemarin, justru Suwarno dan Sugianto, dua warga desa setempat itu menemukan mayat bayi perempuan  membusuk.        

Diduga bayi masih berusia satu hari, kali pertama ditemukan mengapung kaku dengan posisi tengkurap, tubuhnya hampir separo membusuk, serta tali pusar belum terlepas.

Belum diketahui secara pasti motif pembuangan bayi tersebut, apakah dari hasil hubungan gelap atau tidak. Sebab, polisi masih melakukan penyelidikan. Pasca ditemukan, jasad bayi tersebut kini disimpan di kamar jenazah RSUD dr Iskak Tulungagung.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Tulungagung, mayat tersebut kali pertama ditemukan bermula dari Suwarno dan Sugianto, sekitar pukul 14.00, yang datang untuk memancing.

Tak lama kemudian, mereka mencium bau busuk di area tersebut. Lantas, kedua warga tersebut kemudian berusaha mencari asal bau.

“Karena penasaran, langsung kedua saksi tersebut asal bau,” ungkap Kapolres Tulungagung AKBP Yong Ferrydjon, melalui Kasubag Humas AKP Saeroji.

Berselang tiga jam kemudian atau sekitar pukul 17.00, terungkap jika kecurigaan mereka benar. Para saksi melihat ada hal yang aneh mengapung, yakni terlihat sosok bentuk bayi mengapung dengan posisi tengkurap tanpa ada balutan kain apa pun. Tak lama, saksi pun langsung meminta bantuan warga, perangkat desa, dan juga pihak kepolisian. Sontak, warga sekitar langsung berdatangan untuk melihat mayat bayi yang mengapung pada posisi kepala mengarah ke barat dan kaki mengarah ke timur.

“Kemudian, kami berkoordinasi dengan pihak INAFIS dari Polres Tulungagung untuk mengevakuasi mayat yang diduga perempuan tersebut,” katanya

Setelah di evakuasi terhadap mayat bayi, diketahui kondisi mayat cukup memprihatinkan. Diduga, bayi tersebut telah dibuang hampir lebih dari lima hari, melihat dari kondisi tubuh yang telah membusuk dan rusak hingga tidak bisa dikenali.

“Setelah dievakuasi, lantas dilakukan visum oleh petugas medis Puskesmas Pagerwojo. Selanjutnya dibawa ke RSUD dr. Iskak,” tegasnya.

Langkah selanjutnya, pihaknya akan melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dari beberapa saksi di tempat kejadian perkara (TKP) serta berkoordinasi dengan pihak bidan desa dan beberapa rumah bersalin. Hal itu guna mencari data pasien atau ibu hamil yang ada di sekitar lokasi. 

“Kami akan melakukan penyelidikan terkait pembuangan bayi ini, dengan cara pulbaket di sekitar lokasi dan koordinasi dengan perangkat desa,” katanya. 

(rt/lai/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia