Kamis, 23 Nov 2017
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Tekan Antrean Menumpuk, Beli Mobil Keliling 

Selasa, 03 Oct 2017 21:12 | editor : Didin Cahya FS

MASIH TERPUSAT: Beberapa masyarakat sedang mengurus administrasi kependudukan di kantor Dispendukcapil, kemarin.

MASIH TERPUSAT: Beberapa masyarakat sedang mengurus administrasi kependudukan di kantor Dispendukcapil, kemarin. (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

 TULUNGAGUNG – Tak ingin kondisi penumpukan warga yang ingin mengurus administrasi kependudukan (adminduk) terus berlarut-larut, Pemkab Tulungagung pada tahun ini berencana membeli mobil kependudukan keliling. Dengan harapan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) bisa memberikan pelayanan ke daerah terpencil untuk menjangkau penyandang disabilitas.     

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Hendry Setiawan, membenarkan jika ada rencana pemkab untuk membeli kendaraan kependudukan keliling. Badan dipimpinnya yang melakukan pengadaan, tetapi nantinya secara teknis dijalankan oleh Dispendukcapil. “Memang ada rencana pembelian kendaraan jenis ini,” katanya, kemarin (2/10).

Menurut dia, rencana tersebut memang didasari kesan menumpuknya pelayanan adminduk di Dispendukcapil. Bahkan pada saat-saat tertentu, antrean bisa panjang. Tentunya ini menandakan banyak warga dari wilayah pinggiran yang belum terlayani di wilayahnya dan harus turun ke kota. “Kalau kendaraan keliling sudah ada, tentu lain cerita. Mereka bisa dilayani tanpa harus turun ke kota,” jelas mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) itu.

Hendry-sapaan akrabnya melanjutkan, saat ini pemkab hanya mampu melakukan pengadaan satu unit saja. Mengingat harganya satu mobil beserta isinya secara lengkap terhitung sangat mahal. Harga perkiraan sendiri mencapai sekitar Rp 969,2 juta dan harus sudah terisi lengkap, seperti server, alat perekaman, dan lain sebagainya. “Saat ini kami hanya bisa membeli satu karena anggaran yang tersedia tidak banyak,” ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya juga tak menutup kemungkinan untuk membantu mengerahkan mobil biasa yang sudah ada alat perekamannya sehingga setiap jengkal wilayah maupun penyandang disabilitas bisa terlayani, khususnya bisa ditempatkan di eks-kawedanan. “Yang penting, wilayah pegunungan bisa terlayani tanpa perlu jauh-jauh ke kota,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Muhammad Justi Taufiq membenarkan, jika saat ini memang ada rencana untuk membeli mobil keliling. Lantaran memang cukup kerepotan jika harus menjangkau wilayah pinggiran maupun penyandang disabilitas. Dengan adanya mobil ini, tentunya bisa mempermudah pengurusan administrasi kependudukan.“Selama ini, kami memang belum memiliki kendaraan jenis ini. Jika sudah ada, tentunya bisa mempermudah pelayanan hingga wilayah pegunungan. Alhasil, warga pun tak perlu harus turun ke kota,” paparnya.

Meskipun masih rencana, beberapa staf administrasi kependudukan tampak senang mendengar kabar tersebut. “Kalau mobil jenis ini ada, tentunya memudahkan pelayanan kepada masyarakat pinggiran,” tutur salah satu staf di bagian depan. 

(rt/rak/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia