Jumat, 15 Dec 2017
radartulungagung
icon featured
Pendidikan
  Manfaat Menulis Puisi bagi Pelajar

Bahasa Santun, Latih Luapan Emos

Senin, 02 Oct 2017 08:00 | editor : Whendy Gigih Perkasa

BERBAKAT: Putri Dikha Syahirah saat tampil dalam sebuah event bergengsi di Jogjakarta.

BERBAKAT: Putri Dikha Syahirah saat tampil dalam sebuah event bergengsi di Jogjakarta. (Ardi Susanti for RATU)

Beragam cara bisa dilakukan untuk meluapkan isi hati sesuai dengan kondisi hati. Salah satunya dengan membuat sebuah karya sastra, sepert menulis puisi. Banyak artikel menjelaskan, puisi bisa dikatakan sebagai karya sastra dengan bentuk ungkapan perasaan yang dituangkan menjadi sebuah tulisan.

Di lingkup dunia pendidikan, menulis puisi sudah mulai dikenalkan kepada anak didik sejak sekolah dasar (SD). Bahkan, materi pelajaran tentang puisi terus berlanjut hingga jenjang menengah atas. Di perguruan tinggi juga diperdalam, khususnya jurusan sastra.

Meski sudah banyak orang yang mampu menulis puisi, tetapi tidak semuanya paham manfaat di balik menulis puisi. Ternyata, dengan menulis puisi, bisa ikut melatih dalam mengontrol emosi diri. Hal itulah yang diungkapkan Ardi Susanti, seorang guru SMAN 1 Tulungagung yang aktif dalam dunia sastra termasuk membuat puisi.

Menurut dia, dengan menulis puisi bisa menyalurkan emosi seseorang. Tentu saja, dengan bahasa yang santun, indah, dan bermakna. Sebab, apapun itu, puisi adalah karya sastra. Sebagai seorang penulis, harus bisa mempertanggungjawabkannya. “Minimal kita bisa menyalurkan emosi melalui kata-kata yang tentu saja menggunakan bahasa santun,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, lanjut Ardi, dengan puisi bisa menawarkan atau mengajarkan secara tidak langsung muatan budi pekerti dan moral kepada pembaca.

(rt/whe/whe/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia