Senin, 23 Oct 2017
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Bekuk Pencuri Lihai  

Kamis, 28 Sep 2017 19:55 | editor : Didin Cahya FS

TERLACAK: Kabag Ops Polres Tulungagung Kompol Khoiril menunjukkan HP curian yang berhasil polisi temukan lokasinya melalui GPS.

TERLACAK: Kabag Ops Polres Tulungagung Kompol Khoiril menunjukkan HP curian yang berhasil polisi temukan lokasinya melalui GPS. (MEIDIAN DONA DONI/RATU)

TULUNGAGUNG- Ryan Wahyu Setiawan, seorang pencuri lihai, pada Senin (25/9) berhasil dibekuk polisi. Warga Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar ini, mempunyai wilayah operasi yang luas yaitu Blitar dan Tulungagung. 

Pria 21 tahun tersebut dan juga seorang residivis ini, ditangkap karena telah mencuri rumah kosong di Kelurahan Tertek, Kecamatan Kedungwaru, pada 31 Agustus lalu. Dari hasil menacuri, dia menggondol   HP Blackberry, lantas dijual di forum jual beli online.

Namun handphone tersebut berhasil dilacak polisi melalui Global Positioning System (GPS), dan akhirnya menemukan penjual yang juga merupakan pencuri cerdik itu.

“ Setelah diselidiki, hasilnya Senin kemarin (25/9) kami melakukan penangkapan di wilayah Kanigoro, Kabupaten Blitar,” ungkap Kabag Ops Polres Tulungagung, Kompol Khoiril, kemarin (27/9).

Menurut dia, penangkapan pelaku terjadi di rumahnya di Blitar. Di dalam rumah pelaku itu, polisi berhasil menemukan beberapa barang bukti yang sedang polisi cari. Barang buktinya berupa TV Samsung 40 inci, sepeda motor Yamaha Mio GT, beberapa merek HP, serta uang tunai Rp 397 ribu.

“ Hasil pengembangan di rumahnya juga terdapat kendaraan bermotor tanpa kelengkapan surat juga kami amankan,” ujarnya.

Dia menyebutkan, kalau pelaku yang sudah ditetapkan tersangka ini, ketika di Tulungagung sudah melakukan pencurian di dua tempat.” Barang bukti lain seperti burung Murai Batu dan HP pelaku mengaku barang curian dari Blitar,” jelasnya

“ Ini masih kami lakukan pengembangan lagi dan masih belum bisa kami jelaskan di sini. Tapi pelaku seorang residivis sebanyak 3 kali dari Pontianak,” imbuhnya.

Sementara ini, pelaku dikenakanmelanggar pasal 363 KUHP tentang Pencurian dan Pemberatan, dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara.

(rt/ona/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia