Selasa, 12 Dec 2017
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Bikin Miris, Bocah Mengotaki Geng Pencuri Motor

Selasa, 26 Sep 2017 19:55 | editor : Didin Cahya FS

MIRIS: Pencuri yang masih bocah tertunduk malu saat gelar perkara kemarin (25/9).

MIRIS: Pencuri yang masih bocah tertunduk malu saat gelar perkara kemarin (25/9). (MEIDIAN DONA DONI/RATU)

TULUNGAGUNG - Aksi geng pencuri motor asal Kecamatan Ngantru ini benar-benar membuat miris. Mereka beranggotakan tiga orang yang ternyata masih bocah semua. Itu terbongkar setelah Polsek Ngantru membekuk anak yang masih di bawah umur tersebut pada (24/9).

Mereka bertiga adalah MYP, 15, warga Desa Jatimulyo, KecamatanKauman; MFT, 16, warga Desa Jeli, KecamatanKarangrejo; dan FZW, 14, warga Desa Jatimulyo, Kecamatan Kauman.

“Awalnya, kita dapat laporan masyarakat yang mengetahui di wilayah Kedungwaru terdapat penjualan sepeda motor tanpa alat kelengkapan yang sah. Kami amankan penjual motor. Lalu, setelah pengembangan ternyata mengarah ke pencuri motor yang masih di bawah umur,” ungkap Kapolsek Ngantru AKP Maga Fidri Isdiawan, kemarin (25/9). 

Setelah mereka tertangkap, menurut dia, terungkap modus saat mencuri di tengah keramaian, yakni pada acara Jaranan digelar di malam hari. Sepeda motor yang tidak terkunci dan diparkir di luar tempat parkir yang tidak ada penjaganya jadi sasaran mereka. Lantas, mereka menggelandang sepeda motor untuk dibawa pulang ke rumah.

“Cara mencurinya, yaitu si eksekutor MYP dibantu dengan kedua anak lain, mengawasi keadaan dari jauh. Ketika sudah berhasil diambil oleh MYP, kedua temannya menghampiri, mendorong sepeda motor agar cepat sampai rumah kos mereka. Lalu, keesokan hari dicarikan tukang kunci hingga sepeda motor dijual,” ujarnya.

Selain itu, hasil penyidikan mengungkap bahwa alasan mereka mencuri untuk bersenang-senang di kafe atau sekadar membeli rokok. “MYP, anak putus sekolah yang mempengaruhi hal buruk, termasuk mencuri sepeda motor, dinobatkan sebagai pimpinan dan yang mengotaki geng motor,” jelasnya.    

Maga, biasa disapa itu, merinci aksi pencurian mereka. Pada bulan September sudah mencuri 3 sepeda motor, yakni 4 September mencuri Honda Scoopy AG-2064-RAW; 18 September mencuri Honda Tiger AG-5928-PA; 18  September mencuri Honda Astrea Grand AG-3766-RD. Untuk  tempat kejadian perkara (TKP) berbeda-beda, tetapi sasarannya sama yaitu jaranan di malam hari.

Nah, karena mereka bertiga yang sudah ditetapkan sebagai tersangka masih di bawah umur, maka dilakukan proses diversi. Di dalam Undang-Undang Peradilan Anak, dalam waktu 15 hari perkara harus tahap dua dan tidak kami lakukan penahanan.“Kita lakukan penyelesaian secara kekeluargaan dengan mendatangkan korban pemilik sepeda motor. Lalu, akan kita lakukan pembinaan. Sebenarnya, pasal yang menjerat mereka adalah 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun,” katanya. 

(rt/ona/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia