Selasa, 16 Jan 2018
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Maksimalkan Sektor Pariwisata

Selasa, 26 Sep 2017 12:20 | editor : Andrian Sunaryo

target pariwisata

target pariwisata (Alwi/Radar Trenggalek)

TRENGGALEK – Kendati selisih target dan realisasi pendapatan sektor wisata boleh dibilang kecil (4 persen), tetapi Pemkab Trenggalek tampaknya tak mau berpuas diri. Bahkan, Bupati Emil pun berencana memasang billboard di sejumlah titik strategis yang ada di daerah lain. Itu sebagai salah satu ikhtiar untuk memaksimalkan pendapatan dari sektor pariwisata. “Di wilayah Surabaya raya, Gerbangkertasusila (Gresik, Jombang, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo,  dan Lamongan),” katanya seusai Paripurna di Gedung Dewan, kemarin(25/9).

Pemasangan billboard sebagai sarana promosi wisata tersebut merupakan usulan dari kalangan dewan, mengingat dibukanya akses jalan bebas hambatan antara Surabaya-Mojokerto yang tentu membuka peluang wisatawan dari kawasan tersebut. Hanya saja, terkait dengan kapan realisasinya pemasangan billboard tersebut, bupati mengaku masih mencari momen yang tepat. Apalagi, juga dibutuhkan anggaran biaya yang tidak sedikit untuk promosi wisata menggunakan sarana di daerah lain ini.

Dia mengatakan, komitmen pemerintah terkait dengan penataan pariwisata. terus dilakukan. Di sisi lain, sejumlah event juga diselenggarakan dengan cukup sukses, seperti halnya event di Pantai Prigi beberapa hari yang lalu, yang diklaim menjadi event terbesar di lokasi wisata yang membawa dampak terhadap kepariwisataan. “Ini adalah upaya promosi yang low cost tapi super ultra high impact. Inilah ikhtiar-ikhtiar nyata kita,” ungkapnya.

Di sisi lain, dalam waktu dekat juga akan ada jambore pemuda yang akan di laksanakan di lokasi wisata. Tidak hanya dengan membangun baliho promosi, tapi mengajak langsung orang-orang tersebut ke destinasi wisata andalan Kota Keripik Tempe. Harapannya, mereka nanti memberikan testimoni pengalaman ketika berkunjung ke lokasi wisata. “PR-nya, pas lagi di tempat kita, mereka harus membawa pengalaman yang menyenangkan,” targetnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Joko Irianto mengatakan, tidak hanya promosi wisata dan menggelar event di lokasi wisata. Pihaknya juga berencana menggandeng dunia pendidikan untuk meramaikan pariwisata yang ada.

Menurut dia, selama ini jumlah wisatawan yang berkunjung tempat wisata ini justru berasal dari luar daerah. Untuk itu, pihaknya akan menggerakkan sektor pendidikan untuk ikut bangga dengan wisata di daerahnya. “Di sekolah diberi pengertian, wisata itu tidak perlu jauh-jauhlah. Kita punya potensi yang perlu kita eksploitasi, yang mana ini membantu daerah dalam meningkatkan pendapatan,” jelas dia.

Joko menekankan, promosi itu tidak hanya untuk luar daerah, tapi juga masyarakat local, agar mau berwisata ke daerah-daerah atau spot destinasi wisata miliknya sendiri.

Sebelumnya, ketua komisi II Imam Basuki mengatakan, capaian target pendapatan dari sektor retribusi pariwisata per Agustus lalu, masih menyentuh di angka 63 persen. Jika dihitung dengan metode bulanan, capaian tersebut masih ada selisih ketertinggalan target. “Idealnya jika ada 12 bulan, per Agustus itu seharusnya 67 persen,” ungkapnya.

Mantan Kepala Desa Tasikmadu ini optimistis bahwa target tersebut akan terlampaui. Meski ada ketertinggalan sekitar 4 persen, tahun ini target pendapatan sektor wisata naik lebih dari satu miliar jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dari Rp 6,3 miliar, target retribusi wisata tahun ini nyaris menyentuh angka Rp 8 miliar. Untuk itu, diharapkan kegiatan-kegiatan itu nantinya berdampak pada kepariwisataan. “Kalau dari kami, yang penting kegiatan-kegiatan itu benar-benar penting dan memberi daya dukung dalam bidang pariwisata,” paparnya. (*)

 

(rt/muh/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia