Selasa, 12 Dec 2017
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Satu Jamaah Haji Masih Belum Layak Terbang

Selasa, 26 Sep 2017 12:10 | editor : Andrian Sunaryo

MASIH TINGGAL: Dian, salah satu pegawai Kankemenag Trenggalek ketika menunjukkan seorang jamaah haji yang belum diperbolehkan pulang.

MASIH TINGGAL: Dian, salah satu pegawai Kankemenag Trenggalek ketika menunjukkan seorang jamaah haji yang belum diperbolehkan pulang. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK- Tugas Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Trenggalek dalam hal penyelenggaraan ibadah haji tahun ini belumlah sempurna. Pasalnya, hingga kemarin (25/9), masih ada satu jamaah haji yang tinggal di tanah suci, kendati mayoritas jamaah haji asal Trenggalek sudah pulang pada Minggu (10/9) lalu, dengan selamat.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kankemenag Trenggalek Assaat Handayono mengatakan, sebenarnya ada dua jamaah haji asal Trenggalek, yaitu Mukanan, 81, warga Desa/Kecamatan Munjungan dan Samudi, 69, warga Desa/Kecamatan Watulimo yang masih tinggal di tanah suci. Itu karena dua jamaah itu dinyatakan tak layak terbang oleh tim medis akibat penyakit yang dideritanya. “Dengan alasan itulah kedua jamaah itu harus menjalani perawatan di King Abdul Aziz Hospital, Saudi Arabia, hingga dinyatakan layak terbang,” katanya.

Dia melanjutkan, seiring berjalannya waktu, akhirnya kondisi satu jamaah haji yaitu Mukanan, berangsur membaik sehingga layak untuk terbang. Untuk itu, yang bersangkutan dipulangkan bersama jamaah haji dari Kabupaten Jember di kloter 29 yang tiba di tanah air pada Jumat (15/9) lalu. Sedangkan, untuk Samudi, saat ini masih menjalani perawatan. “Semoga saja kondisinya terus membaik, hingga bisa diperbolehkan pulang,” ungkapnya.

Nantinya, jika kondisinya berangsur membaik, sama dengan jamaah sebelumnya, Samudi akan diikutkan dengan jamaah dari kloter lain. Sedangkan, untuk kloter terakhir yang berada di tanah suci adalah kloter 83, dengan jadwal pemulangan pada Jumat (6/10) mendatang. Jika hingga jadwal pemulangan kloter terakhir kondisi yang bersangkutan belum layak untuk terbang, untuk pemulangan selanjutnya akan diserahkan ke penerbangan reguler.

Kendati demikian, pihak keluarga tidak usah bingung terkait biaya perawatan hingga pemulangannya. Sebab, semua biaya mulai dari perawatan hingga pulang akan ditanggung pemerintah. “Jika ada informasi bahwa jamaah haji itu diperbolehkan pulang, kami akan langsung menghubungi keluarga,” jelas Assaat.

Sementara itu, Suprihati, salah satu kerabat Samudi membenarkan bahwa yang bersangkutan masih ada di Makkah. Namun, terkait kondisi Samudi saat ini, dirinya tidak mengetahuinya, sebab keluarga kesulitan dalam mengakses informasi ke tim medis yang berada di sana. “Informasi kami terima dari Kankemenag Trenggalek dan kami yakin, kakak saya itu mendapatkan perawatan yang maksimal di sana. Semoga saja bisa segera pulang,” imbuhnya.

Sebagaimana yang diberitakan, kepulangan jamaah haji asal Kota Keripik Tempe pada Minggu (10/9) lalu, tampaknya kurang sempurna. Pasalnya, masih ada dua jamaah haji yang tinggal di tanah suci karena dinyatakan tak layak terbang oleh tim medis setempat sehingga mereka harus menjalani perawatan hingga dinyatakan layak terbang. (*)

(rt/zak/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia