Senin, 11 Dec 2017
radartulungagung
icon featured
Features
Mengikuti Paripurna Ranperda APBD-P 2017

Peserta Sidang Kuorum, Raperda Ditetapkan sebagai Perda

Selasa, 26 Sep 2017 07:28 | editor : Andrian Sunaryo

SUASANA CAIR: Ketua DPRD Trenggalek Samsul Anam menandatangani persetujuan ranperda menjadi Perda didampingi Bupati Emil Elestianto Dardak.

SUASANA CAIR: Ketua DPRD Trenggalek Samsul Anam menandatangani persetujuan ranperda menjadi Perda didampingi Bupati Emil Elestianto Dardak. (AGUS MUHAIMIN/RADAR TRENGGALEK)

Kendati pada pembahasan di tingkat Komisi dan Badan Anggaran (banggar) DPRD Trenggalek  sempat berjalan hangat, tidak demikian dengan suasana paripurna Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) kemarin (25/9). Seusai laporan banggar terhadap ranperda perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD-P) ini,  semua anggota dewan menyetujui usulan diundangkannya ranperda tersebut.

AGUS MUHAIMIN

Siang kemarin (25/9), lamat-lamat terdengar lantunan lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan di aula lantai II gedung DPRD Trenggalek di Jalan A.Yani. Beberapa saat berikutnya, panitia persidangan melaporkan kepada pimpinan sidang terkait sejumlah agenda persidangan yang akan digelar beserta peserta sidang paripurna pada siang itu.

Diketahui dari 45 anggota dewan, tidak semuanya hadir dalam sidang penetapan RAPBD-P tahun anggaran 2017 ini. Tercatat ada 9 anggota yang berhalangan hadir.

Meski begitu, sebagaimana ketentuan terkait Tata Tertib Dewan Nomor 01 tahun 2014, bahwasanya 36 anggota dewan yang hadir sebagai peserta sidang telah memenuhi kuorum (kuota forum) sehingga persidangan tersebut bisa dilanjutkan. “Dengan ini, rapat dibuka dan terbuka untuk umum,” terdengar suara pimpinan sidang diikuti dengan pukulan palu, sebagai tanda dibukanya persidangan tersebut.

Beberapa menit berikutnya, pimpinan sidang memberikan kesempatan kepada juru bicara banggar untuk menyampaikan laporan terhadap pembahasan ranperda tentang APBD-P anggaran 2017. Saat itu, Agus Cahyono Wakil Ketua Dewan, yang ditunjuk sebagai juru bicara banggar, mewakili Ketua banggar Samsul Anam.

Pada kesempatan tersebut Agus Cahyono menyampaikan terima kasih kepada semua pihak. Wa bil khusus kepada Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak yang telah menyusun rancangan perda tentang APBD-P tersebut beserta nota penjelasan ranperda ini. Yang kemudian, pada tanggal 11 September lalu disampaikan jawaban eksekutif atas pandangan umum fraksi yang dikemukakan sebelumnya. “Jawaban eksekutif ini menjadi acuan pembahasan oleh fraksi, komisi dan banggar dalam melakukan pencermatan dan kajian terhadap struktur penganggaran ranperda APBD-P tahun 2017,” kata Agus Cahyono.

Agus juga berterima kasih kepada segenap anggota banggar dan tim anggaran pemerintah daerah yang telah bekerja keras dan mengedepankan asas efisiensi dan efektivitas sehingga dapat dicapai kesepahaman dalam pembahasan ranperda tersebut.

Dijelaskan pula, hasil pembahasan antara banggar dan tim anggaran pemerintah daerah telah disepakati, bahwa pendapatan yang sebelumnya Rp 1,683 Triliun bertambah menjadi sekitar Rp 1,766 tiliun atau naik sekitar Rp 93 miliar. Pendapatan tersebut berasal dari PAD, dana perimbangan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah.

Begitu juga dengan jumlah belanja yang sebelumnya direncanakan Rp 1,722 triliun, pada PAK ini naik menjadi Rp 1,919 triliun atau bertambah sekitar Rp 196 miliar. “Besaran belanja ini digunakan untuk belanja tidak langsung dan belanja langsung,” jelas dia.

Ditunjukkan pula oleh politisi asal PKS ini, sejumlah devisit anggaran sebelum dan sesudah perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah. Yang kemudian devisit tersebut, akan ditutup dengan pembiayaan neto.

Banggar mengaku telah melakukan sejumlah koreksi dan penyempurnaan terhadap nota penjelasan ranperda tentang perubahan APBD tahun anggaran 2017 yang disampaikan oleh Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak. Jadi, peraturan daerah tersebut telah disesuaikan dengan ketentuan perundangan yang berlaku, serta mempertimbangkan kondisi keuangan daerah. Berikutnya, banggar juga mengusulkan kepada pimpinan sidang untuk memintakan persetujuan anggota dewan yang hadir pada sidang paripurna tersebut.

Selanjutnya, pimpinan sidang yang tak lain adalah Ketua DPRD Samsul Anam menawarkan kepada peserta sidang usulan tersebut. Secepat kilat, anggota sidang yang hadir nyaris bersamaan  menyetujui rancangan peraturan daerah tersebut untuk ditetapkan sebagai perda. “Setujuuu!” begitu suara audien siang itu. (ed/and)

(rt/muh/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia