Kamis, 23 Nov 2017
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Gunungan Hasil Bumi Diserbu Pengunjung

Jumat, 22 Sep 2017 18:34 | editor : Didin Cahya FS

PERTAMA KALI: Ribuan pengunjung Pantai Gemah, Desa Keboireng, Kecamatan Besuki berebut gunungan hasil bumi pada acara Grebeg Sura kemarin.

PERTAMA KALI: Ribuan pengunjung Pantai Gemah, Desa Keboireng, Kecamatan Besuki berebut gunungan hasil bumi pada acara Grebeg Sura kemarin. (CHOIRUR ROZAQ/RATU)

TULUNGAGUNG – Suasana Pantai Gemah, Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, yang biasanya hanya dihiasi hilir mudik wisatawan, kemarin (21/9), mendadak berubah heboh. Mengingat di sisi timur pantai, justru dipenuhi pengunjung yang mengerubungi gunungan hasil bumi. Mereka seolah tidak sabar menanti prosesi rebutan yang baru pertama kali dilaksanakan di situ untuk memperingati Tahun Baru Islam atau istilahnya Grebeg Sura.

Kades Keboireng Suprio Bandowo mengatakan, prosesi ini memang baru pertama kali dilakukan di area tersebut, m. Mengingat keberadaan Pantai Gemah sendiri baru terekspose secara luas pada awal Januari lalu. Sehingga Jadi, perlu ada sebuah kegiatan yang menjadi ciri khas lokasi wisata dan bisa menarik minat wisatawan. “Ini untuk memperingati Tahun Baru Islam,” katanya.

Pria ramah ini pun berharap pada tahun-tahun mendatang, hal serupa juga bisa dilaksanakan lagi. Namun, karena tahun ini baru pertama kali, alhasil masih banyak pembenahan yang harus dilakukan. Kendati demikian, pihaknya bersyukur prosesi ini bisa membuat wisatawan mendapat tontonan baru. “Semoga tahun depan bisa lebih meriah lagi,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Pokdarwis Pantai Gemah, Jumarli. Menurut dia, meskipun berada di kawasan pesisir, jenis gunungan berbeda dengan kawasan pesisir pada umumnya. Mengingat tidak ada prosesi larung karena mayoritas warga bergantung pada hasil bumi. Dan ini Hal tersebut diwujudkan dalam bentuk gunungan sebagai wujud rasa syukur yang diperebutkan para pengunjung. “Warga sini memang menggantungkan mata pencaharian pada hasil bumi, sehingga tak ada prosesi larung,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Syahri Mulyo saat ditemui di lokasi mengatakan, acara seperti ini memang harus dilakukan untuk menarik minat wisatawan. Walaupun diakuinya masih banyak kekurangan sarana dan prasarana di pantai yang menghadap Samudera Hindia tersebut. Tetapi Namun, hal ini diharapkan bukan menjadi penghalang untuk menciptakan sebuah tontonan sekaligus menjunjung budaya. “Memang masih banyak kekurangan di sini. Tetapi Namun, kalau bisa, grebeg serupa bisa dilaksanakan tahun depan dengan lebih meriah,” tuturnya.

Gunungan yang dipanggul belasan orang ini pun sempat dibawa mengelilingi area pantai yang berada di pinggir jalur lintas selatan (JLS). Namun, setibanya di finish, para pengunjung yang sudah tak sabar lagi, langsung menyerbu meskipun belum sempat didoakan. Tampaknya semua mengharapkan berkah dari gunungan ini. 

(rt/rak/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia