Kamis, 14 Dec 2017
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Ban Kempes, Uang Gaji Perangkat Desa Raib

Jumat, 22 Sep 2017 18:28 | editor : Didin Cahya FS

BERLUBANG: Salah satu warga menunjukkan ban mobil yang terkena paku dan  diduga disabotase pencuri.

BERLUBANG: Salah satu warga menunjukkan ban mobil yang terkena paku dan diduga disabotase pencuri. (MEIDIAN DONA DONI / RATU)

 TULUNGAGUNG - Aksi pencuri dalam sekejap berhasil menggondol Rp 49 juta milik pemerintahan Desa Doroampel, Kecamatan Sumbergempol. Uang yang berasal dari alokasi dana desa (ADD) tersebut, direncanakan untuk membayar penghasilan tetap (siltap) para perangkat desa setempat.

Dalam kejadian, Rabu kemarin (21/9) sekitar pukul 12.45 itu, terungkap jika modus pencuri saat beraksi, yakni dengan memanfaatkan kelengahan perangkat desa, saat mengganti ban mobil yang bocor di depan Ruko Ozon di Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol.

Dengan begitu mudah, di saat perangkat desa konsentrasi mengganti ban bocor. pencuri menggasak  tas berisi uang untuk gaji yang diletakkan di atas jok tengah mobil.

“Saya merasa pencurian ini sudah direncanakan sejak berada di Bank Jatim, Ngunut,” ungkap Ansori. perangkat desa yang ikut ke bank, kemarin (21/9).  

Dia menuturkan, kronologi kejadian berawal ketika mengambil uang bersama dengan kepala desa (kades) dan satu perangkat desa lainnya. Setelah uang diambil, lantas pulang menggunakan mobil Avanza.

Sedangkan, posisi uang tersebut dimasukkan ke dalam tas ransel dan diletakkan di jok tengah mobil. Baru jalan beberapa meter dari bank, tiba-tiba mobil mengalami ban kempes tepat di depan Ruko Ozon. Alhasil, mobil ditepikan untuk diganti bannya.

Namun, di tengah penggantian ban, ada pencuri yang membuka pintu samping mobil dan mengambil tas berisi uang.

Dia menduga, ban bocor telah disabotase pencuri. Sebab, kendaraan menggunakan ban tubles. Padahal ban jenis tubeless yang meski tertusuk paku, begitu paku dilepas ban tidak jadi bocor.

“Waktu saya lepas pakunya di dalam, ada lubang besar menganga. Sangat aneh  memang, tetapi saat itu tidak sadar dan kami bertiga berkonsentrasi mengganti ban,” ujarnya.

 “Tahu-tahu ada dua orang lelaki berboncengan menggunakan sepeda motor dengan membawa tas milik kami yang raib. Lalu, kedua orang tersebut lari dengan kencang ke arah barat,” imbuh dia.

Di tempat lain, Kasi Humas Polsek Sumbergempol Aiptu Suharna mengaku, Polsek Sumbergempol masih melakukan penyelidikan.

“Menurut keterangan beberapa saksi di lokasi, ada warga yang melihat sepeda motor mondar-mandir di sekitar tempat kejadian perkara,” ungkapnya.

Saat kejadian ban kempes, pencuri mondar-mandir mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter MX. Dimungkinkan pencuri menunggu kesempatan ketika ada kelengahan saat mengganti ban mobil. Begitu proses penggantian ban, pencuri bergerak cepat langsung mengambil uang dalam mobil.

“ Total kerugian senilai Rp 49 juta. Pemilik sudah melapor ke kami dan kini dalam proses penyelidikan,” jelasnya.

Camat Sumbergempol Galih Nusantara mengaku,  sudah mengetahui adanya kasus pencurian dana siltap dan ADD milik Desa Dorampel. “Karena hari ini (kemarin) libur, kami masih belum bisa bertemu. Rencana saya ingin membicarakan bersama untuk mengatasi hal tersebut,” katanya. 

(rt/ona/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia