Rabu, 18 Oct 2017
radartulungagung
icon featured
Trenggalek
BPBD

Ciptakan Budaya Kesiapsiagaan dan Keselamatan, BPBD Bentuk Desa Tangguh

Jumat, 22 Sep 2017 07:00 | editor : Andrian Sunaryo

MINIMKAN RISIKO: Kasi pencegahan dan kesiagaan BPBD Trenggalek Yani Purwanto menjelaskan tindakan kedaruratan dalam menghadapi bencana.

MINIMKAN RISIKO: Kasi pencegahan dan kesiagaan BPBD Trenggalek Yani Purwanto menjelaskan tindakan kedaruratan dalam menghadapi bencana. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, terus meningkatkan kemandirian masyarakat desa dalam menghadapi bencana. Buktinya, baru-baru ini, Senin (18/9) hingga Selasa (19/9), lembaga yang dikomandoi oleh Drs. Djoko Rusianto, M.Si tersebut mengadakan sosialisasi dan fasilitasi pembentukan Desa Tangguh Bencana di Gedung Balai Benih Ikan (BBI) Dinas Perikanan (Diskan) Trenggalek.

Acara tersebut diikuti oleh 80 peserta yang terdiri dari unsur pamong desa, Babinsa, Babinkantipmas, tokoh masyarakat ,dan relawan di empat desa/kelurahan. Empat desa/keluarahan tersebut, meliputi Desa Sumberdadi, Desa Ngares, Kelurahan Tamanan, dan Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek. Tidak main-main, selain dari BPBD Trenggalek, dalam acara yang dilakukan selama dua hari tersebut juga menghadirkan berbagai narasumber dari BPBD Provinsi Jatim, Basarnas, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Trenggalek.

Kepala Pelaksanan BPBD Trenggalek Drs. Djoko Rusianto, M.Si mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan membuat Desa Tangguh Bencana untuk menciptakan kemandirian masyarakat dalam menghadapi bencana sehingga diharapkan masyarakat di desa/kelurahan bersangkutan bisa lebih tanggap, tangkas, dan tangguh dalam menghadapi setiap hambatan, tantangan, serta ancaman bencana. ”Dengan ini kami yakin. Jika terjadi bencana, masyarakat desa tidak lagi bergantung pada pemerintah sehingga bisa dengan sendirinya melakukan tanggap darurat untuk meminimalisasi korban dan kerugian,” katanya.

Dia melanjutkan, jika terjadi bencana, seluruh peserta bisa melaksanakan tugas dan fungsi sesuai kewenangan yang diberikan di wilayahnya masing-masing. Ditambahkan, akan terjalin juga hubungan koordinasi yang harmonis antara pemerintah daerah BPBD dengan intansi lainnya yang berhubungan dengan kebencanaan. “Setelah mengikuti kegiatan itu, kami yakin seluruh peserta memiliki rasa percaya diri dan sikap yang mantap serta mampu membentuk Desa Tangguh Bencana sesuai yang diharapkan,” ungkapnya.

Selain itu, dengan mendatangkan narasumber yang berkompeten di bidangnya, segala pembelajaran bisa dimengerti dan dipahami oleh peserta. Jadi, nantinya segala ilmu yang diperoleh bisa ditukarkan kembali kepada masyarakat desa/kelurahan secara luas. Gerakan kemanusiaan yang selama ini telah ditanamkan masyarakat Trenggalek juga dapat terus lestari. Dengan selesainya kegiatan tersebut, jika terjadi, seluruh peserta dan masyarakat di sekitar bisa memahami dan melaksanakan penanggulangan bencana melalui pelaksanaan strategi untuk pengurangan risiko bencana, baik secara struktural maupun nonstruktural. “Kami yakin budaya kesiapsiagaan dan keselamatan terhadap bencana akan terwujud di sini,” jelas Djoko. (*)

(rt/zak/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia