Selasa, 17 Oct 2017
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Gerebek Gudang Miras Palsu

Rabu, 20 Sep 2017 16:06 | editor : Didin Cahya FS

Gerebek Gudang Miras Palsu

TULUNGAGUNG – Peredaran miras ilegal ternyata semakin tak terkendali di Kota Marmer. Indikasinya saat Korps Bhayangkara menggerebek rumah milik KN di Desa Wates, Kecamatan Campurdarat, hasilnya polisi menemukan ribuan peralatan untuk pembuatan miras palsu.

Langkah tersebut merupakan pengembangan dari penggerebekan di rumah Rolik, warga Desa Gedangan, Kecamatan Campurdarat yang menemukan satu karton miras Bintang Kuntul, satu botol anggur merah, dan empat botol Ice Land Vodka.

Saat ini semua barang bukti yang didapatkan dari rumah yang dijadikan gudang miras palsu itu, sudah diamankan di Mapolres Tulungagung.

“ Penggerebekan ini sendiri berdasarkan informasi dari warga. Di mana di salah satu rumah di Desa Gedangan, Kecamatan Campurdarat diduga menjadi tempat peredaran minuman keras. Atas informasi ini pun akhirnya dilakukan penggerebekan di rumah warga bernama Rolik,” jelas Kabag Ops Polres Tulungagung Kompol Muhammad Khoiril kemarin (19/9).  

Saat mendatangi lokasi, ternyata benar ada belasan botol miras dari beberapa merek yang dipalsukan.

Polisi pun mengorek keterangan dari si empunya rumah. Ternyata Rolik mendapatkan minuman memabukkan itu dari seorang warga berinisial KN, warga Desa Wates, Kecamatan Campurdarat. Polisi pun segera mengalihkan bidikan ke lokasi yang ditunjukkan Rolik. “Kami langsung bergerak ke lokasi yang ditunjukkan itu,” jelas  perwira berpangkat melati satu ini.

Di situ korps baju cokelat mendapati peralatan yang diduga untuk membuat miras palsu. Seperti metanol, botol miras Bintang Kuntul, gula pasir kemasan, dan lain sebagainya, berikut peralatan lain untuk meracik minuman berbahaya ini.

Sayangnya, polisi tidak bisa menangkap pemilik rumah, lantaran yang bersangkutan tidak berada di tempat. “Diduga kuat semua peralatan ini digunakan untuk membuat miras,” ujarnya.

Untuk proses penyidikan, semua benda tersebut pun dibawa ke Mapolres Tulungagung.

Sedangkan KN, yang diduga menjadi pemilik masih belum ketahuan rimbanya. “Kami masih mencari keberadaan pemilik semua benda ini. Yang pasti dia terancam pasal 142 UU RI Nomor 18/2012 tentang Pangan junto pasal 24 ayat 1 UU RI Nomor 7/2014 tentang Peradagangan,” tandasnya.(rka/din)

(rt/rak/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia