Kamis, 14 Dec 2017
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Bayi Tewas di Kamar Mandi

Sabtu, 16 Sep 2017 12:00 | editor : Andrian Sunaryo

MASIH MENUNGGU : Polisi melihat kondisi bayi yang masih tersimpan di kamar jenazah RSUD dr. Soedomo Trenggalek

MASIH MENUNGGU : Polisi melihat kondisi bayi yang masih tersimpan di kamar jenazah RSUD dr. Soedomo Trenggalek (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

Berita Terkait

TRENGGALEK- Kasus penelantaran bayi yang baru lahir terjadi di Kota Keripik Tempe. Kali ini terjadi di kamar mandi salah satu rumah di Desa Margomulyo, Kecamatan Watulimo, yang diduga dilakukan LA, 23, warga Desa Bendoagung, Kecamatan Kampak. Kini, kasus tersebut ditangani Satreskrim Polres Trenggalek. Kemarin (15/9) mayat bayi laki-laki tersebut diotopsi.

Berdasarkan informasi yang diterima Jawa Pos Radar Trenggalek, kasus tersebut baru diketahui polisi Kamis (14/9) sore hari. Kala itu, polisi mendapatkan laporan dari masyarakat ada wanita belum menikah, namun melahirkan seorang bayi laki-laki pada Rabu (13/9) sekitar pukul 14.30 di kamar mandi. Di luar dugaan pun terjadi, sebab keesokan harinya setelah dibawa ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek, bayi tersebut meninggal. “Setelah mendapatkan informasi tersebut, kami langsung menuju ke rumah sakit untuk mengetahui kebenarannya,” ungkap Kapolres Trenggalek AKBP Dony Adityawarman, melalui Kasatreskrim AKP Sumi Andana.

Dia melanjutkan, sesampai di lokasi ternyata informasi itu benar dan polisi langsung menemui ibu bayi tersebut, serta melihat kondisi mayat bayi. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, terdapat keanehan dalam proses kelahiran, hingga mengakibatkan bayi itu meninggal. Itu terlihat dari ibu bayi, tiba-tiba lari ke rumah kerabatnya di Desa Margomulyo. Sampai di lokasi, LA ke kamar mandi dan langsung kontraksi mirip orang melahirkan. “Mengetahui hal itu, sang pemilik rumah yang masih kerabat ibu bayi langsung memanggil bidan untuk membantu proses persalinan,” ungkapnya.

Namun, setelah bidan tiba ternyata bayi sudah lahir. Bersamaan itu, sang ibu mengalami pendarahan dan dilarikan ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek untuk menjalani perawatan. Dengan rasa curiga itulah polisi langsung melihat kondisi mayat bayi. Ternyata, apa yang dicurigakan polisi terbukti, sebab dalam mayat bayi itu terdapat luka seperti terkena benda tajam di bagian dada.

Mengetahui itu, polisi menghubungi RS Bhayangkara Kediri untuk otopsi terhadap mayat bayi dan langsung olah TKP. Jika ditemukan cukup bukti yang menyebabkan kematian bayi karena penganiayaan, serta diperkuatkan dari hasil otopsi, maka polisi akan terus mengusut kasus tersebut. “Proses olah TKP kami lakukan hingga pukul 02.00 hari ini (kemarin-red), sedangkan untuk penyebab kematian bayi kami masih menunggu hasil otopsi dari tim medis,” jelas perwira polisi dengan pangkat tiga balok di pundak tersebut. (*)

(rt/zak/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia