Kamis, 14 Dec 2017
radartulungagung
icon featured
Pendidikan
Bisa Pakai Barang Bekas, Tekankan Kreativitas

Kenalkan Menabung Kepada Anak Bisa Pakai Barang Bekas

Senin, 11 Sep 2017 08:00 | editor : Whendy Gigih Perkasa

SISIHKAN UANG: Uang receh dimasukkan dalam celengan

SISIHKAN UANG: Uang receh dimasukkan dalam celengan (google)

Beragam cara digunakan menerapkan materi pembelajaran pada anak. Salah satunya menyisihkan uang untuk ditabung. Sebagai langkah awal, anak bisa dibimbing oarng taua ataupun guru di sekolah yakni memasukkan sisa uang jajan ke dalam celengan. Tentu saja, dalam hal ini bukan besar nominal yang diutamakan, melainkan kebiasaan anak.

Namun tidak jarang, anak susah menyisihkan uang jajan untuk ditabung di dalam celengan. Untuk membangun kebiasaan anak seperti ini, bisa menerapkan kreasi celengan. Anak dibimbing untuk membuat celengan (wadah uang) sendiri. Agar lebih mudah, gunakan barang-barang bekas di lingkungan sekitar. Misalnya wadah bekas oli motor, kaleng susu, botol bekas, dan lain sebagainya.

Agar lebih menarik minat anak untuk menabung dengan memasukkan uang ke dalam celengan, anak dibimbing berkreasi dari barang bekas itu. Yakni, dihias ataupun dibentuk sesuai keinginan dan berdasar imajinasi siswa. Tentu saja hasilnya akan beragam. Anak bisa menggunakan cat, spidol, kertas warna, ataupun menggunakan lem untuk menempelkan beberapa benda lain pada botol. “Intinya tetap untuk tabungan atau celengan tempat menyimpan uang. Namun kami didik juga kreativitas siswa,” ungkap Anang Prasetyo salah seorang guru sekolah menengah kejuruan yang aktif dalam pembelajaran inovatif.

Menurut dia, dengan memberikan kesempatan siswa untuk berkreasi seperti mewarna dan membentuk botol bekas yang nantinya sebagai celengan, akan membangun kreativitas siswa. Bukan hanya itu, hasil karya siswa merupakan luapan emosi positif siswa. “Jadi penarapan materi pemebelajaran yakni menabung, dikemas dengan cara bermain dan berkreasi,” katanya.

Ketika siswa mampu memanfaatkan barang bekas, ada manfaat lain yang bisa diambil. Yakni mendidik pentingnya menjaga lingkungan. Artinya, siswa bisa lebih berpikir cerdas memanfaatkan barang bekas yang ada di sekitar menjadi sebuah karya yang berkualitas dan tidak menutup kemungkinan bisa bernilai jual. “Tidak langsung dibuang begitu saja tapi bisa dimanfaatkan kembali barang–barang bekas itu,” jelas Anang.

(rt/whe/whe/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia