Rabu, 18 Oct 2017
radartulungagung
icon featured
Features
Achmad Chafid Tri Hela Putra, Pengusaha Muda

Merintis OMJEK dengan Tangan, Tenaga, dan Biaya Sendiri

Selasa, 05 Sep 2017 11:28 | editor : Anggi Septian Andika Putra

BANGGA: Chafid menjadi pengusaha muda yang sukses saat didampingi bapaknya Sutrimo Gangsar

BANGGA: Chafid menjadi pengusaha muda yang sukses saat didampingi bapaknya Sutrimo Gangsar (CHAFID FOR RATU)

Usaha jasa transportasi di Indonesia terus berkembang dengan majunya zaman di mana semua akses sekarang bisa dicari dengan mudah menggunakan smartphone. Itulah yang  dimanfaatkan dengan baik oleh Achmad Chafid Tri Hela Putra, salah seorang pengusaha muda asal Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru. Dia ingin membuat masyarakat lebih mudah dalam mencari transportasi umum dengan jasa transportasi online.

RACMAD NUR YAHYA

Jasa transportasi online pertama dan asli asal Tulungagung adalah OMJEK. Merajuk kepada jasa transportasi online lainnya  dengan sekala nasional, OMJEK sudah menyamai, bahkan bisa menjadi kompetitor yang handal.

SERVICE PENUH : Driver OMJEK siap mengantar anda kemanapun tujuannya

SERVICE PENUH : Driver OMJEK siap mengantar anda kemanapun tujuannya (CHAFID for RATU)

Adapun latar belakang pendirian OMJEK dari pengalaman pribadi Chafid-sapaan akrab owner OMJEK itu, ingin usaha jasa ojek berbasis layanan digital akan mempermudah kehidupan masyarakat dan membantu aktivitas yang padat di era moderen ini. Apalagi masih minim angkutan umum yang ada di Tulungagung yang bisa menjangkau hingga ke daerah-daerah.

Tentu kondisi tersebut, membuat Chafid berpikir apa yang bisa bisa dilakukan untuk mempermudah mobilisasi seseorang, ketika akan menuju suatu tempat yang tidak dijangkau angkutan umum. “ Sebenarnya ide muncul secara tidak sengaja mas, saya bekerja di luar kota dan sering pulang ke Tulungagung ketika akhir pekan. Saat turun bus dari Surabaya saya harus menunggu bus operan lagi mas kalau mau kerumah, telepon keluarga juga sudah tengah malam jadi kurang enak. Nah dari sana saya berpikir kenapa tidak bikin transportasi online seperti yang sudah berkembang di kota-kota besar lainnya, jadi awalnya gitu aja mas ide itu terpikir” ujar pemuda 22 tahun ini.

Setelah ide muncul, Chafid melakukan riset terhadap beberapa orang mengenai kesulitan jangkauan transportasi umum ke pelosok-pelosok yang hasilnya hampir 80 persen menyatakan bahwa memang membutuhkan layanan tersebut.

Dia pun lantas berpikir dan mengambil langkah untuk menggandeng Developer Aplikasi uantuk menciptakan aplikasi OMJEK tersebut.

Akhirnya, anak ke 5 dari 8 bersaudara dan putra dari pengusaha kawak Sutrimo Gangsar itu, mulai Februari 2017 mendirikan ojek online yang bernama OMJEK.  “ Pertama rekrutmen driver saya 4 orang motor dan 1 orang mobil mas, tapi alhamdulillah diawal  operasional masyarakat menyambut antusias adanya OMJEK ini. Sampai-sampai saya dan teman-teman dekat saya yang sebenarnya bukan anggota driver saya maintain bantuan untuk menyelesaikan semua order dari pelanggan. Alhamdulillah sampai saat ini sudah ada sekitar 21 driver motor dan 4 mobil” ujar pria yang hobi futsal tersebut.

Dengan seiring perjalanan waktu, OMJEK juga sudah buka di Kediri, Lombok, dan yang paling baru yaitu di Ponorogo. “ Ya kalau ditotal orderan yang masuk rata-rata 1 hari sekitar 150 orderan mas, yang terbanyak masih di Tulungagung karena 2 kota lainnya sudah ada ojek online yang sudah eksis di nasional,” papar mahasiswa  semester delapan ini.   

Disinggung sistem bermitranya, dia mengaku sama-sama menguntungkan. Jadi setiap driver yang mendaftar akan dibebankan biaya garansi sebesar Rp. 350 ribu, itu untuk pengambilan atribut jaket dan helm berwarna biru muda.

Tapi apabila driver tersebut berhenti dan mengembalikan atribut maka uang jaminan juga akan dikembalikan, untuk sistem bagi hasilnya 20 persen  ke perusahaan dan 8 persen ke driver. “Jadi pendapatan driver ditentukan oleh kerajinan driver itu sendiri, bahkan sampai saat ini ada mas yang perminggu mengantongi sekitar Rp. 1,5 juta, saya ikut senang mas bisa membantu dan memberi lapangan pekerjaan untuk orang lain,” terang lulusan SMAN Boyolangu tersebut.

“ Selama saya merintis usaha jasa transportasi OMJEK ini, dengan tangan, tenaga, dan biaya sendiri,” imbuh dari pemuda ramah ini.

Walaupun OMJEK baru berdiri delapan bulan, tetapi masyarakat Tulungagung dan sekitarnya menyambut baik jasa transportasi ini. Dilihat dari animo pengguna OMJEK terus meningkat sangat signifikan, dapat dilihat dari antusias dan pengguna jasa ini dengan lebih dari 10 ribu orang yang sudah mengunduh aplikasi OMJEK yang akan terus bertambah dengan berjalannya waktu.

Dan aplikasi OMJEK dapat di download di Play Store dengan nama OMJEK NUSANTARA. Adapun aplikasi ini mempunyai beberapa pilihan untuk masyarakat yang ingin mempermudah hidupnya dan membantu aktivitasnya yang padat yaitu pertama OM RIDE untuk layanan transportasi sepada motor perjalanan kapan saja dan kemana saja. Kedua OM CAR untuk layanan transportasi mobil bisa untuk merencanakan perjalanan bersama keluarga. Dan OM FOOD pemesanan dan pemilihan menu makanan favorit bisa di akses di sini, serta untuk biaya perjalanan bisa langsung terlihat, untuk ongkos OM RIDE Rp. 2000/Km. Untuk ongkos OM CAR Rp. 4000/Km dan untuk ongkos OM FOOD Rp. 2000/Km.

Dengan begitu, sangat membantu kehidupan masyarakat yang sekarang dituntut serba cepat dan tepat waktu. Untuk sementara aplikasi masih tersedia di  handphone  berbasis Android. Selain Android tetap dapat dilayani dengan melakukan pemesanan melalui fitur Whatsapp dinomor 0853 3305 6769.(*/din)

(rt/ang/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia