Rabu, 13 Dec 2017
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Panjat Tembok, Gasak Dua HP dan Uang Rp 2 Juta

Minggu, 03 Sep 2017 12:05 | editor : Andrian Sunaryo

SUDAH DUA KALI : Kompol Andi (paling kanan) menunjukan Supriyanto beserta barang bukti hasil pencuriannya di wilayah Desa Pandean, Kecamatan Durenan.

SUDAH DUA KALI : Kompol Andi (paling kanan) menunjukan Supriyanto beserta barang bukti hasil pencuriannya di wilayah Desa Pandean, Kecamatan Durenan. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEEK)

TRENGGALEK- Pencurian dengan pemberatan (curat) mulai marak di Kota Keripik Tempe. Buktinya beberapa waktu lalu Satreskrim Polres Trenggalek menangkap Supriyanto alias Kuda, 27, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Gondang, Tulungagung lantaran diduga curat di rumah milik Wawan Prasetyo, 34, warga Desa Pandean, Kecamatan Durenan.

Bersamaan itu turut diamankan barang bukti berupa satu unit Handphone (HP) sisa barang curian dan sepeda angin yang digunakan mencuri. Kini kasus terseebut sedang ditangani Satreskrim Polres Trenggalek.

Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek, kasus tersebut baru diketahui pada Kamis (10/8) lalu. Saat itu, sekitar pukul 04.00 korban kaget setelah bangun tidur, mendapati dua HP  miliknya tidak ada di tempatnya. Bukan hanya itu, setelah dicek kembali juga diketahui uang senilai Rp 2 juta juga hilang. "Hilangnya barang itu dengan kondisi barang rumah berantakan, makanya korban langsung melapor kepada kami bahwa telah nenjadi korban mencuri," ungkap Wakapolres Trenggalek Kompol Andi Febrianto Ali.

Dia melanjutkan, berdasarkan laporan tersebut polisi langsung menyelidiki. Berdasarkan itu polisi berhasil mengetahui identitas pelaku dan langsung menangkapnya. " Pelaku ditangkap di rumahnya dan setelah dilakukan penyidikan, dia mengakui semua tuduhan itu," katanya.

Selain itu, ketika ditangkap ternyata diketahui satu HP milik korban telah dijual, beserta uang tunai yang dipakai. Jika terbukti bersalah, pelaku dikenakan hukuman berdasarkan pasal 363 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara. "Kami masih menyidiki kasus ini, dan berdasarkan keterangan sementara pelaku beraksi seorang diri," jelas periwira polisi dengan pangkat satu melati di pundak ini.

Sementara itu pelaku Supriyanto, nekat mencuri karena terdesak kebutuhan ekonomi. Aksi pencurian tersebut dilakukan dengan memanjat pagar teembok dan mencongkel pintu belakang rumah untuk masuk. Diketahui sebelum ditangkap Satreskrim Polres Trenggalek, dirinya pernah berstatus sebagai nara pidana (napi), akibat mencuri gabah di wilayah Tulungagung. "Saya terpaksa mencuri karena tak memiliki pekerjaan tepat, dan juga pernah menjalani hukuman selama lima bulan, akibat mencuri gabah," akunya. (*) 

(rt/zak/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia