Jumat, 24 Nov 2017
radartulungagung
icon featured
Trenggalek
Puncak Hari Jadi Trenggalek

Jamasan pusaka tombak Kyai Korowelang

Rabu, 30 Aug 2017 07:00 | editor : Whendy Gigih Perkasa

SAKRAL: Bupati Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc, saat akan menerima pusaka.

SAKRAL: Bupati Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc, saat akan menerima pusaka. (humas pemkab Trenggalek for RATU)

Ekanto Malipurbowo, salah satu panitia perayaan hari Jadi Kabupaten Trenggalek ke-823 mengatakan direncanakan penjamasan pusaka tombak Kyai Korowelang yang menjadi pusaka andalan (piyandel) Trenggalek dimulai sekitar pukul 10.00 di paringgitan. Selanjutnya pusaka ditempatkan di pendapa sebelum dikirap sekitar pukul 14.00 menjuju Balai Desa Kamulan, Kecamatan Durenan. Begitu tiba di balai desa, pusaka akan disemayamkan satu malam untuk diarak pada esok harinya. ”Ketika prosesi membawa pusaka dari pendapa ke Balai Desa Kamulan, masyarakat bisa menyasikannya dari pinggir jalan, pusaka yang menjadi piyandel itu,” katanya.

Dia melanjutkan, akan ada empat jenis pusaka yang akan diarak yang meliputi pusaka utama adalah tombak Kyai Korowelang, Songsong Tunggul Wibawa, Songsong Tunggul Naga, bendera Parasamya Purnakarya Nugraha, dan replika Prasasti Kamulan yang menjadi patokan penentuan hari jadi Trenggalek. Bukan hanya itu, malam ketika pusaka berada di Balai Desa Kamulan, akan diadakan doa tasyakuran yang dihadiri oleh 125 undangan. Tasyakuran juga dilakukan di Pendapa Manggala Praja Nugraha dengan dihadiri 150 tamu undangan. “Barulah pusaka pada pagi hari sekitar pukul 05.00 kembali diarak bersama 15 unit mobil jeep sebagai penyerta ke halaman kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora), sebagai lokasi pemberangkatan kirab pusaka,” ungkap Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Trenggalek tersebut.

Sementara itu Kusprigianto salah satu panitia Jadi Kabupaten Trenggalek ke-823 lainnya menambahkan, nantinya kirab pusaka akan dimulai sekitar pukul 08.00, sebagai tanda bahwa Trenggalek memiliki pusaka yang menjadi piyandel. Untuk rute kirab pusaka sendiri, sama seperti rute Trenggalek Ethnic Carnival 2017 pada Sabtu (12/8) lalu. Sedangkan urutan kirab sendiri meliputi patwal, mobil informasi, tiga mobil pembawa pusaka, satu kereta kencana yang dinaiki bupati beserta istri, diikuti 27 kereta kuda berisikan kepala SMP sarimbit, dan 15 mobil jeep. “Untuk itu sesuai kondisional, jalan rute kirab untuk sementara waktu akan ditutup, sehingga masyarakat bisa menyaksikan dari tepi jalan,” ujarnya.

Lanjut Kepala Dikpora Trenggalek, tersebut acara kirab tersebut akan berakhir di jalan depan SMPN 3 Trenggalek. Dari situ rombongan kirab akan bergaung dengan rombongan lainnya yang sudah berada di tempat tersebut dengan komposisi Cucuk Lampah, wakil bupati, pembawa pusaka, pembawa kendi Tirta Amertasari, pembawa foto bupati, pasukan Monggang/Carabalen, pemikul jodhang, pasukan pembawa Tumpeng Karya, pasukan Nayaka Praja (Kepala Sekolah sarimbit) untuk melanjutkan kirab dengan jalan kaki menuju Pendapa Manggala Praja Nugraha. Di tempat itu, rombongan kirab telah disambut para tamu undangan yang terdiri dari Gubernur Jawa Timur atau yang mewakili, kepala daerah tetangga atau yang mewakili, mantan Bupati Trenggalek beserta istri dan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Trenggalek serta tamu undangan lainnya. Nantinya, acara akan diakhiri dengan pemotongan tumpeng agung yang nantinya bisa dinikmati masyarakat umum yang datang, sebagai tanda ucapan rasa syukur atas karunia yang diberikan kepada seluruh masyarakat Trenggalek. “Semoga saja dengan perhelatan acara ini seluruh masyarakat Trenggalek bisa membantu pemerintah dalam menciptakan suasana yang kondusif di tahun mendatang serta melancarkan pembangunan demi kepentingan bersama,” jelasnya. 

(rt/zak/whe/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia