Kamis, 23 Nov 2017
radartulungagung
icon featured
Tulungagung
Bahaya Rokok terhadap Bumil

Bayi Cacat, Kekurangan Oksigen, hingga Keguguran

Jumat, 18 Aug 2017 11:00 | editor : Whendy Gigih Perkasa

google

google (JANGAN LAKUKAN: Bumil merokok membahayakan janin.)

Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Tulungagung, Dra Triswati Sasmito. SST. MKes menyatakan, rokok bagi bumil, berbahaya. Banyak dampak buruk yang ditimbulkan ketika bumil tetap merokok. Di antaranya kekurangan pasokan oksigen dari ibu melalui placenta, atau dapat menyebabkan bayi lahir dengan asfixia. Resiko keguguran karena pertumbuhan tidak sempurna juga bisa terjadi. “Bayi juga bisa lahir premature, cacat, dan risiko enyakit pernafasan dini,” unkapnya.

Bumil yang merokok juga menyebabkan peningkatan frekuensi Detak Jantung Janin (DJJ), sehingga masuk kategori gawat janin, yang mana DJJ normal 120 sampai 160 per menit. “Tidak ada tingkat keamanan bahaya merokok bagi janin selama kehamilan,” jelas Triswati.

Hal senada diungkapkan Fitrilia Cahyani, salah seorang bidan di RSUD dr. Iskak. Karbon monoksida dalam asap rokok dapat menghambat aliran oksigen dan asupan nutrisi kepada bayi dalam kandungan. Keterbatasan oksigen dan paparan nikotin bisa memperlambat napas bayi. Jantung bayi juga berdenyut lebih cepat. Bukan hanya itu, kesuburan si anak di masa yang akan datang, tingkah laku, emosional, serta kemampuan belajar ikut terganggu.

Merokok saat hamil, juga berdampak buruk bagi bumil itu sendiri. Bumil berisiko mengalami pendarahan vagina, gangguan pada plasenta, serta pecah ketuban sebelum waktunya. “Juga berisiko keguguran kandungan,” ungkap Fitri yang juga sebagai Miss Midwife 2017.

Bumil, lanjut ibu satu anak itu, yang menjadi perokok pasif kemungkinan mengalami penurunan kualitas ovarium. Dalam banyak kasus, bumil yang menjadi perokok pasif akan mengalami masalah pertumbuhan janin, bahkan bisa memicu kematian. Ini juga membuat janin di dalam kandungannya mengalami kerusakan inti DNA.

Karena itulah, selain asupan gizi, bumil harus menjaga kebersihan diri, istirahat cukup, aktifitas fisik yang tidak boleh terlalu berat tapi harus tetap olahraga. Seperti yoga dan senam hamil, hubungan suami istri juga harus dijaga dan berhati hati. Agar lebih baik, tetap konsultasi dengan bidan ataupun dokter.

(rt/whe/whe/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia