Selasa, 21 Nov 2017
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Istri Tak Bisa Diajak Hubungan Intim, Bapak Ini Pilih Perkosa Gadis

Selasa, 15 Aug 2017 15:57 | editor : Didin Cahya FS

DISITA : Polisi menunjukkan barang bukti yang diamankan untuk penyidikan kasus ini.

DISITA : Polisi menunjukkan barang bukti yang diamankan untuk penyidikan kasus ini. (MEIDIAN DONA DONI/RATU)

TULUNGAGUNG- Disaat istri hamil tua dan tak bisa diajak berhubungan intim. Ishida Pratama, warga Desa Tawing, Kecamatan Gondang, tak kuat menahan nafsu syahwatnya. Dia nekat melakukan pemerkosaan terhadap Bunga (nama samaran) warga Desa Bentengan, Kecamatan Bandung.

Dan bapak berusia 22 tahun itu kini hari-harinya mendekam dibalik jeruji besi, setelah polisi membekuk di rumahnya. “  Pelaku  sudah kami tangkap,”ungkap Kasubbag Humas Polres Tulungagung AKP Saeroji, Senin kemarin (15/8).   

Dia  mengaku, modus pelaku dalam menjali aksi pemerkosaan adalah berpura-pura sebagai anggota intelijen  Polsek Kota. Nah pada Selasa (3/8) pelaku ini jalan-jala di kawasan pinggir Sungai Ngrowo. Lantas menemukan muda-mudi sedang  bermesraan, termasuk  Bunga. “ Saat  itu pelaku  sekitar pukul 22.00 mendekati Bunga dan kekasihnya. Kekasih Bunga disuruh  pulang karena merasa takut. Sementara pelaku akan mengantarkan Bunga pulang ke rumahnya sendiri. Bunga percaya dengan pelaku sebab penampilannya mirip polisi sungguhan,” jelasnya.

Di mana tindakan pelaku itu, adalah akal-akalan untuk mempermudah melakukan pemerkosaan. Tak begitu lama Bunga diajak pelaku jalan-jalan di kota, dan dipaksa ikut ke Desa Mojosari, Kecamatan Kauman. “ Pelaku memperkosa korban  di gardu poskamling Desa Mojosari  dan merampas  handphone milik Bunga agar tidak lapor,” papar pria berbadan tinggi besar ini.

Tentu  Bunga terkejut dan ketakutan usai mengalami peristiwa miris itu. Dia memilih berjalan ke pom bensin  yang dekat lokasi  kejadian dan melaporkan ke warga  sekitar. “ Pelaku terancam  15 tahun penjara, barang bukti yang kita amankan berupa celana dalam, bra, hanphone untuk penyidikan,” cetusnya.

Sementara itu Kepala Desa Tawing,  Nanang Setiawan mengatakan, pelaku memang punya perilaku buruk yang tak bisa menahan nafsu syahwatnya.“ Dulu pernah mengalami kasus serupa. Padahal dia (pelaku) itu baru menikah. Namun istrinya sudah hamil saat pernikahan. Dia menghamili dulu lalu disuruh tanggungjawab oleh keluarganya,” ungkapnya.

Dia tak menepis saat ini istri pelaku tengah hamil tua dan hampir melahirkan. Inilah menyebabkan pelaku nekat mencari pelampiasan nafsunya.“ Tapi waktu penangkapan, pelaku langsung mengakui perbuatannya. Saat penangkapan saya disuruh pak polisi mendampingi dan menyaksikan langsung,” katanya.

(rt/ona/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia