Kamis, 19 Oct 2017
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Petaka Pesta Miras Empat Tewas, Dua Masih Gadis, Warga Tuntut Polisi

Minggu, 13 Aug 2017 22:47 | editor : Didin Cahya FS

Petaka Pesta Miras Empat Tewas, Dua Masih Gadis, Warga Tuntut Polisi

(GRAFIS ALWI RUSLIANTO)

 TULUNGAGUNG- Petaka pesta minuman keras (miras) di Kafe Bengawan, Desa Bulusari, Kecamatan Kedungwaru, hingga menewaskan empat orang. Membuat warga desa setempat menuntut kepolisian untuk menuntaskan kasus tersebut. Sebab sejak kemarin (13/8) belum ada kejelasan nasib tentang Wiji Utami alias Temi pemilik Kafe Bengawan.

“ Saya mewakili warga desa ingin segera mendatangkan Edi Sancoko yang merupakan suami dari Temi pemilik kafe,” ungkap  Kepala Desa Bulusari Pramudiarto.

Dia menginginkan, juga jika Edi Sancoko untuk diinterogasi polisi. Sebab warga Desa Nglampir, Kecamatan Bandung itu adalah saksi kunci yang mudah ditemukan.  Apalagi Edi Sancoko mengetahui kronologi dari Pipi atau Ike Adelia, purel yang tewas pada Rabu (9/8), dan diyakini disembunyikan di rumahnya ketika sakit keras akibat overdosis hingga tewas.

“ Saksi kunci sekarangEdiSancoko dan Anis itu. Kalau Temi itusudah tersangka kalau menurut saya. Tapi saat ini Temi pindah-pindah lokasi dan masih bebas belum ditangkap. Geram saya memikirkannyaseharusnya Temi kalau merasa tidak bersalah seharusnya memberi klarifikasi. Ini kasus besar jangan dianggapenteng sudah ada empat orang tewas,” ujarnya.

Terkait nasib Anis (sebelumnya berinisial Nn), warga Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Dan merupakan purel korban pesta miras, sempat dirawat di Rumah Sakit Aura Syifa Kecamatan Karangrejo Kota Kediri.

“ Kemarin kita suruh perangkat untuk menyari di Kota Kediri tapi tak ketemu. Ketika mencoba menghubungi ternyata yang mengangkat adalah seorang laki-laki,” ungkapnya.

Dia menegaskan, sampai sekarang pihak desa ikut mengamankan lokasi agar tak ada sabotase yang dilakukan oleh Temi dengan mencoba menghilangkan barang bukti. Di mana desa menjaga lokasi siang malam dan ada orang yang tak dikenal memasuki kafe, akan diusir pihak desa.

“ Saya menginginkan polisi segera melakukan penyelidikan. Jika pak polisi ingin memeriksa kafe yang saat itu masih digembok, kami sangat welcome mendukung untuk didobraknya kafe. Barangkali ada miras mengandung bahan berbahaya sehingga bisa di bawa ke laboratorium  untuk mengetahui kandungannya apa,”katanya.

Seperti diberitakan, warga Desa Bulusari, Kecamatan Kadungwaru, dibikin heboh dengan kabar kematian tiga orang, akibat menenggak minuman keras.  Mereka  yang tewas itu setelah pesta di Kafe Bengawan di desa setempat.

Informasi dihimpun  di lapangan, kejadian bermula saat pesta miras oplosan selama 2 hari berturut-turut pada Senin (7/8) dan Selasa (8/8) di Kafe Bengawan. Ada lima orang yang turut mabuk. Yakni Sp, warga Desa Bulusari, Az, Pipi, warga Kabupaten Blitar, Op (Opi), telah meninggal. Tinggal Nn (Anis) hingga kini belum diketahui keberadaannya. Sebab pasca kejadian menghilang.

(rt/ona/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia