Selasa, 24 Oct 2017
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Sudah Setahun Lebih Pergi

Jumat, 11 Aug 2017 15:25 | editor : Andrian Sunaryo

Sudah Setahun Lebih Pergi

TRENGGALEK- Penemuan Inem yang melahirkan bayinya di wilayah Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek, sekitar pukul 14.00 Selasa (8/8) lalu, tak pelak menimbulkan rasa haru di antara keluarga. Pasalnya, pihak keluarga telah putus asa untuk mencarinya setelah lebih dari satu tahun menghilang.

Kasun Paren yang juga tetangga dekat Inem, Fadil mengatakan, memang Inem atau Siti Malikah tersebut termasuk warga yang memiliki gangguan jiwa, yang setiap hari selalu keluar rumah untuk meminta-minta di pasar yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Biasanya, aktivitas keluar rumah tersebut dilakukan dengan berjalan kaki di sebelah kiri. Sebab yang bersangkutan tidak berani menyebrang jalan. “Setiap kali keluar rumah para tetangganya selalu menyapa, dan pada sore harinya juga kembali lagi ke rumah,” katanya.

Dia melanjutkan, namun sekitar satu tahun lalu, hal diluar dugaan terjadi. Sebab setelah keluar rumah pada sore harinya tidak kunjung kembali. Tak ayal hal tersebut membuat keluarga bersama para tetangganya  mencari namun tidak ditemukan. Hingga pada suatu saat, dirinya mendapat telepon dari sang istri ketika naik bus di daerah Kota Semarang melihat Malikah sedang berjalan di trotoar. Mengetahui kabar tersebut, dirinya langsung melapor ke keluarga untuk menjemputnya ke Semarang. “Ketika istri saya memberi tahu kabar itu, hari sudah cukup larut dan kami pun memutuskan untuk mencari esok hariya, namun sayang ketika sampai di Semarang Malikah tidak kunjung ditemukan,” jelasnya.

Semenjak saat itu, keluarga terus menggali informasi untuk mencari keberadaanya, hingga melaporkan ke polisi jika ada keluarganya yang hilang. Lebih dari satu tahun berjalan, keluarga mulai putus asa untuk mencari keberadaanya, hingga adanya kabar yang menghebohkan atau viral di media sosial (medsos) perihal Malikah yang melahirkan bayinya di wilayah Trenggalek.

Untuk itu perwakilan keluarga langsung bergegas pergi ke Trenggalek membawa pulang kembali Malikah. Setelah bertemu, ternyata Malikah masih mengenali anggota keluarganya satu kampung. Selain itu, juga bercerita bahwa setelah pergi dari rumah, dia pernah menjalin hubungan bersama seorang lelaki putih hingga membuatnya hamil. “Malikah belum menikah apalagi melahirkan, makanya dengan kabar ini selain bersyukur juga keget, kendati demikian kami berjanji akan merawat Malikah beserta anaknya dengan sebaik-baiknya,” tutur salah satu perwakilan keluarga yang datang ke Trenggalek ini.

Di lokasi yang sama adik Malikah, M. Jundah menambahkan, sebenarnya ketika kecil sang kakak tidak memiliki kelainan mental. Namun hal tersebut muncul ketika sang kakak beranjak dewasa, hingga saat ini. Sehingga, hampir setiap hari kegiatan yang dilakukan sang kakak adalah meminta-minta berbagai keperluan di pasar dekat rumah, yang seluruh hasil itu dibawa pulang. “Makanya kami kaget, setelah pergi kakak tidak pulang, sebab seluruh tetangga maupun pedagang di pasar telah mengenal kakak saya,” jlentrehnya.

Sementara itu Bhabinkamtibmas Karangsoko, Bripka Devit Dwi menambahkan, polisi akan terus membantu proses pemulangan Malikah ke kampung halamannya. Untuk itu, sebelum hal tersebut terjadi akan terus mengawal, hingga memastikannya dalam keadaan aman. “Berita acara pemulangan atau serah terima Malikah ke keluarga telah ditandatangani, mungkin besok (hari ini-Red) sudah boleh dibawa pulang,” jelasnya. (*)

(rt/zak/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia