Rabu, 18 Oct 2017
radartulungagung
icon-featured
Trenggalek

Inem dan Bayinya Masih Jalani Perawatan

Jumat, 11 Aug 2017 15:20 | editor : Andrian Sunaryo

DIBAWA PULANG : Keluarga Inem  didampingi polisi dan petugas RSUD dr. Soedomo Trenggalek, ketika melihat kondisi Inem setelah melahirkan.

DIBAWA PULANG : Keluarga Inem didampingi polisi dan petugas RSUD dr. Soedomo Trenggalek, ketika melihat kondisi Inem setelah melahirkan. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK- Siti Malikah alias Inem, 38, warga Dusun Paren, Desa Ketangi, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, beserta anaknya tidak semerta-merta bisa dibawa pulang oleh pihak keluarga. Pasalnya, wanita dengan gangguan kejiwaan yang melahirkan bayi kelamin perempuan tanpa pertolongan medis di wilayah Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek, Selasa (8/8) pukul 14.00 tersebut,  harus menjalani perawatan di RSUD dr. Soedomo Trenggalek.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Trenggalek, Sunarya mengatakan, setibanya keluarga Inem di Trenggalek, Dinsos P3A langsung berkoordinasi. Dari hasil tersebut, dinyatakan pihak keluarga siap membawa pulang Inem beserta anaknya, dan merawatnya. Sehingga, kemarin (10/8) Dinsos P3A langsung rapat dengan berbagai pihak, untuk menyatukan pendapat perihal kepulangan tersebut. “Kami akan melakukan yang terbaik, kendati yang bersangkutan bukan warga Trenggalek, sebab sebenarnya Inem telah dicari-cari keluarganya,” katanya.

Dia melanjutkan, berdasarkan hasil rapat tersebut Inem beserta bayinya boleh dibawa pulang ke kampung halaman. Namun terkait hal ini, tim dokter RSUD dr. Soedomo Trenggalek belum mengizinkan. Sebab kesehatan ibu dan anaknya belum cukup memungkinkan dibawa perjalanan jauh ke wilayah Kabupaten Magelang.

Seperti diketahui bersama, proses persalinan yang dilakukan oleh Inem tanpa menjalani proses medis, sehingga terdapat infeksi pada anak dan sang ibu. “Berdasarkan laporan yang kami terima ibu juga bayi terus menunjukan kondisi yang membaik, mungkin besok (hari ini-red) bisa dibawa pulang. Dan, berkat penanganan ini pihak keluarga sangat berterima kasih,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Kabid Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos P3A Trenggalek tersebut.

Dilain pihak Kasi Pelayanan dan Penunjang Medis RSUD dr. Soedomo Trenggalek, Sujiono menambahkan kendati masih ada infeksi, namun hal tersebut merupakan hal lumrah. Sebab selain proses persalinan yang dilakukan tanpa pertolongan medis, juga pada masa kehamilan karena kondisinya Inem tidak pernah memeriksakan kondisi kandungannya. Sehingga setelah menjalani perawatan sekitar tiga hari kondisi ibu beserta bayinya diprediksi akan pulih kembali.

Sedangkan, terkait ancaman beberapa virus atau penyakit berbahaya lainnya berdasarkan hasil uji laboratorium yang dilakukan semuanya negatif. “Dengan hasil itu dipastikan ibu dan anaknya tidak ada yang mengidap penyakit berbahaya seperti HIV dan sebagainya. Sedangkan untuk kondisi bayi kendati sang ibu sedikit mengalami gangguan jiwa tetap normal,” jelasnya.

Seperti diberitakan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek untuk menyelesaikan permasalahan terkait keberadaan tuna wisma yang berkeliaran masih kurang. Buktinya, selasa (8/8) sekitar pukul 14.00 terdapat seorang tuna wisma yang melahirkan jabang bayi berjenis kelamin perempuan tanpa proses persalinan secara medis di halaman rumah Tofa, warga Dusun Sukorejo, Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek.

Diketahui tuna wisma atau gelandangan tersebut bernama Inem, 38, warga Desa Ketangi, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Dan kin, baik ibu dan bayi sedang menjalani perawatan di RSUD dr. Soedomo Trenggalek. Selain itu setelah pihak keluarga datang, Pemkab bersama Dinsos P3A dan berbagai pihak lainnya akan langsung melakukan rapat, untuk menentukan putusan terbaik bagi Inem beserta bayi perempuannya. (*)

(rt/zak/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia