Senin, 23 Oct 2017
radartulungagung
icon featured
Features
Penyerahan Klaim Asuransi Nelayan 2016/2017

Terima Rp 160 juta, untuk Biaya Sekolah dan Modal Melaut

Selasa, 08 Aug 2017 15:00 | editor : Andrian Sunaryo

CAIR: Dari kiri Kepala Dinas Perikanan Syuhadak Abdullah, Mukaromah, Bupati Emil Elestianto Dardak, Boinem dan Perwakilan Jasindo Kediri, saat penyerahan klaim asuransi nelayan, kemarin(7/8).

CAIR: Dari kiri Kepala Dinas Perikanan Syuhadak Abdullah, Mukaromah, Bupati Emil Elestianto Dardak, Boinem dan Perwakilan Jasindo Kediri, saat penyerahan klaim asuransi nelayan, kemarin(7/8). (AGUS MUHAIMIN/ RADAR TRENGGALEK)

Sosialisasi pentingnya asuransi bagi nelayan yang digencarkan Dinas Perikanan Trenggalek berbuah manis. Bukan untuk dinas atau pejabat di lingkungan pemkab, melainkan bermanfaat untuk ahli waris nelayan yang mengikuti program pemerintah tersebut. Yakni, Mukaromah dan Boinem, ahli waris yang masing-masing mendapatkan klaim asuransi sebesar Rp 160 juta.

AGUS MUHAIMIN

“ Asuransi itu gotong royong,” ungkap Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak, kepada nelayan di aula Balai Benaih Ikan (BBI), kemarin(7/8).  Tidak seperti biasanya, pada kesempatan ini bupati berpidato dengan bahasa campuran, yakni bahasa Indonesa dan sebagian bahasa kromo alus, meski sedikit kaku. Tutur bahasanya pun menyesuaikan para audience, kalem. Mungkin itu karena yang disampaikan berkaitan dengan hal-hal yang kurang enak, hidup-mati seseorang.

Di sisi lain, kendala yang dihadapi pemerintah dalam hal ini dinas perikanan terkait program pusat tersebut adalah soal stigma masyarakat yang cenderung skeptis dengan asuransi. Bahkan, ada kekhawatiran jika ikut asuransi tersebut secara tidak langsung berharap hal yang bukan-bukan. “ Ikut asuransi bukan berarti mendahuli kehendak tuhan, hanya berjaga-jaga atas hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Bupati Emil.

Tercatat ada lebih dari 9 ribu nelayan di Bumi Menak Sopal. Dari jumlah tersebut hanya sekitar 10 persen yang mau ikut asuransi nelayan yang notabene dibiayai oleh Kementrian Keluatan dan Perikanan tersebut. Hal itu karena muncul khawatiran bahwa program itu sekaligus mendoakan agar mendapat klaim asuransi. Sehingga banyak para nelayan yang enggan mengikuti program tersebut. “ Mereka yang kita tinggalkan tentu akan lebih susah jika tidak mendapatkan bantuan atau klaim tersebut,” imbuh bupati.

Lebih lanjut Bupati Emil berharap kepada dua ahliwaris yang mendapatkan klaim asuransi ini bersabar dan memanfaatkan sebaik mungkin uang hasil klaim asuransi tersebut.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perikanan, Syuhadak Abdullah. Menurut dia, pihaknya selalu berupaya agar nelayan mendapatkan fasilitas yang baik. Tidak hanya dari sarana melaut, namun juga keselamatan dalam bekerja, termasuk asuransi. Untuk memudahkan pelayanan itu, pihaknya juga membuka posko di pesisir selatan. Sehingga, nelayan tidak perlu jauh-jauh ke kota untuk mendaftarkan diri di program asuransi gratis tersebut. “ Sayang kalau tidak diikuti, preminya kan  dibayar oleh pemerintah pusat,” jelas dia.

Di lokasi yang sama, Mukaromah, warga RT/RW 2/1 Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, yang menerima klaim asuransi tersebut tak bisa berucap banyak. Kepergian sang suami (almarhum Mugono) masih basah diingatan.

Mukaromah mengaku, suaminya meninggal bukan karena laka laut. Hanya memang sebelummnya mengeluhkan kepalanya yang sering pusing. Meski begitu sebagai kepala keluarga almarhum tetap beraktivitas sebagaimana mestinya di laut sebagai nelayan. “ Pernah juga kita bawa untuk berobat ke malang, tapi nasib berkata lain,” jelas dia.

Hari ini (kemarin), Mukaromah mendapatkan uang peninggalan atau nafkah terakhir sang suami. Dia dituntut bijaksana dalam memanfaatkan uang tersebut. Dia berencana menggunakan uang tersebut untuk biaya pendidikan anak-anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar dan menengah. “ Sebagian lagi, untuk usaha dagang kecil-kecilan,” akunya.

Sementara itu, Boinem istri almarhum Kirno warga RT/RW 35/11 Desa Nglebeng, Kecamatan Panggul juga mendapat hal serupa. Besaran klaim asuransi yang diterimanya sama, Rp 160 juta. Uang hasil klaim asuransi tersebut rencananya digunakan anak semata wayangnya meneruskan pekerjaan sang ayah, melaut. “ Biar digunakan untuk modal melaut,” katanya. (*)

(rt/muh/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia