Rabu, 18 Oct 2017
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal
PENGANIAYAAN

Mabuk, Tiga Pemuda Bogem Pengangguran

Minggu, 06 Aug 2017 15:10 | editor : Andrian Sunaryo

bogem

bogem (google.com)

Berita Terkait

TULUNGAGUNG-Diduga terpengaruh minuman keras (miras) ketiga pemuda ini menganiaya Ibnu Mubarok, warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Bandung. Tak pelak, ketiga pemuda yang bernama Gigih Yoga Riski Ananta, 23, Riki Dian Saputra, 21, dan Ahmad Saroni, 27, semuanya adalah warga Desa Sebalor, Kecamatan Bandung, harus mendekam di tahanan Polsek Bandung, pada Selasa (1/8) lalu. Penganiayaan tersebut terjadi, karena tersinggung oleh perkataan Ibnu Mubarok.

Informasi yang diperoleh wartawan Jawa Pos Radar Tulungagung dari Polres Bandung, peristiwa itu terjadi Selasa (1/8) pukul 03.00 di Desa Dusun Ngemplum, Desa Sukoharjo Kecamatan Bandung. Pagi itu korban, Ibnu Mubarok, 19 (pengangguran),  bersama empat temannya sedang di pinggir jalan desa duduk sambil membenahi layang-layang. Tiba-tiba datang sepeda motor Suzuki Satria yang dinaiki tiga orang, jalan sepeda motor itu terlihat oleng. “ Pengemudi sepeda motor lewat di depan sekelompok anak yang sedang bermain layangan lalu pengemudi bilang ‘saya boleh lewat apa tidak?’. Lalu dijawab oleh anak layangan sambil bergurau tersebut ‘gak boleh. Kalau lewat ya lewat saja gak usah nanya’,” jelas Kapolsek Bandung AKP Siswanto.

Lantas ketiga pemuda yang diduga terpengaruh miras tersebut marah karena gurauan tersebut. Selain itu, ketiga pemuda tersebut khawatir  jatuh karena benang layang-layang korban berada di jalan. “ Pelaku tersebut turun dan langsung memukul korban, namun dibalas oleh korban. Lalu diajaklah korban ke tempat lain untuk berkelahi,” kata Siswanto.

Menurut Siswanto, tampaknya tantangan pelaku dituruti korban dengan pergi ke tempat lain yang luas agar bisa leluasa berkelahi. Sampai di TKP, perkelahian antar kedua kelompok tersebut terjadi. Dan korban Ibnu Mubarok, 19, warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Bandung, mengalami luka agak parah.  Korban  mengalami luka robek di pelipis kiri dan lebam di mata kiri. “ Merasa dirugikan akhirnya korban melapor ke polisi, dan pada hari itu juga ketiga pemabuk tersebut berhasil ditangkap polisi di rumah masing-masing. Dan langsung kami masukkan sel tahanan supaya buat pelajaran agar tak seenaknya main pukul karena hal sepele,”  kata polisi ramah tersebut. Atas pemukulan di muka umum tersebut, pelaku mendapat dikenakan pasal 170 ayat 1 ke 1e KUHP tentang kekerasan di muka umum. Dan ancaman minimal 5 tahun penjara. (*)

(rt/ona/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia