Jumat, 20 Oct 2017
radartulungagung
icon-featured
Trenggalek

40 Persen Tidak Konsisten Beri ASI

Kesadaran Ibu Menyusui Rendah

Rabu, 02 Aug 2017 15:40 | editor : Andrian Sunaryo

ANAK IBU : Bayi Sehat yang selalu diberi ASI

ANAK IBU : Bayi Sehat yang selalu diberi ASI (AGUS MUHAIMIN/RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK – ASI (Air Susu Ibu) tampaknya belum cukup ‘eksklusif’ di Bumi Menak Sopal. Masih sekitar 40 persen ibu menyusui yang tidak secara konsisten memberikan air susunya kepada si buah hati. Beragam kendala dan alasan, mulai dari takut merubah postur tubuh hingga memang tidak diperkenankan memberikan ASI eksklusif lantaran penyakit.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, dr Sugito Teguh mengatakan, persyaratan untuk bisa masuk kategori eksklusif cukup berat. Dalam kurun waktu yang cukup panjang seorang ibu dituntut untuk terus memberikan ASI. Bilamana terhadap satu atau dua hari kosong tanpa ASI, itu berarti sudah tidak masuk dalam kriteria terpenuhinya ASI eksklusif. “ Yang paling sulit persyaratannya ya itu, kalau yang lain relatif kecil,” katanya, kemarin(1/8).

Dijelaskan dia, saat ini informasi mengenai pentingnya ASI sudah diketahui secara luas oleh para ibu. Meski begitu, ada beberapa kendala sehingga ASI tidak bisa diperoleh oleh bayi. Misalnya, karena ASI tidak kunjung keluar, sehingga terpaksa  menggunakan susu formula. Karena mengidap penyakit (HIV/AIDS,red) sehingga tidak boleh memberikan ASI. Selain itu, kesibukan orang tua juga menjadi salah satu faktor, walaupun sebenarnya hal itu bisa disiasati dengan menyediakan ASI sebelumnya. Lebih parah lagi, orang tua yang tidak mau menyusui lantaran takut hal itu bakal merusak bentuk tubuh. “ Manfaat pemberian ASI tersebut tidak hanya untuk si buah hati, namun juga kepada si ibu,” ungkapnya.

Selain mengurangi kesuburan wanita, sehingga menjadi alternatif program KB secara alami, memberikan ASI eksklusif justru mempercepat pulihnya kondisi fisik ibu seusai melahirkan. Ya, menyusui juga memicu hormon oksitosin sehingga mempercepat proses pengembalian kondisi tubuh.

Disisi lain, pihaknya menuturkan peran pemerintah untuk mendukung gerakan pemberian ASI eksklusif tersebut sudah cukup baik. Melalui kemendagri telah ada imbauan kepada semua instansi pemerintah untuk menyediakan tempat khusus untuk ibu menyusui, meski pada kenyataannya saat ini hal tersebut belum dilaksanakan secara maksimal. “ Sebenarnya, di pasar, terminal, dan tempat pelayanan publik lain harus ada ruang laktasi tersebut,” katanya. (*)

(rt/muh/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia