Rabu, 18 Oct 2017
radartulungagung
icon featured
Tulungagung
KESEHATAN

220.000 Anak Imunisasi Campak dan Rubella

Bupati dan Wabup Pantau Langsung

Rabu, 02 Aug 2017 08:15 | editor : Andrian Sunaryo

CEGAH CACAT DAN KEMATIAN: Bupati Syahri Mulyo mendampingi Delicia Adinda Maribel saat imunisasi campak dan rubella di sekolah.

CEGAH CACAT DAN KEMATIAN: Bupati Syahri Mulyo mendampingi Delicia Adinda Maribel saat imunisasi campak dan rubella di sekolah. (Whendy Gigih Perkasa/ RATU)

TULUNGAGUNG- Imunisasi campak dan rubella dimulai kemarin (1/8). Bupati Syahri Mulyo, Wakil Bupati Maryoto Birowo serta instansi terkait meninjau langsung pelaksanaan imunisasi tersebut, seperti di SDN 1 Kampungdalem dan SMPN 1 Tulungagung. Dan perlu diketahui di Kota Marmer lebih dari 220.000 anak yang bakal mendapatkan imunisasi tersebut.

Dalam kunjungannya, bupati dan wakil bupati tidak hanya sekadar hadir. Mereka berdialog langsung dengan anak-anak yang diimunisasi, petugas medis, serta instansi terkait yakni Dinas Kesehatan (Dinkes). “Ini imunisasi lengkap yakni campak dan rubella, agar anak-anak tidak cacat bahkan kematian,” ungkap Bupati Syahri Mulyo.

Orang nomor satu di lingkup pemerintahan Tulungagung itu mengatakan, imunisasi campak dan rubella juga dalam rangka menuju Indonesia Sehat. Yakni agar sumber daya manusia semakin berkualitas, tidak tertinggal dengan negara lain. “Ini digelar mulai Agustus hingga September,” katanya.

Penyakit campak dan rubella atau CRS (Congenital Rubella Syndrome) adalah suatu inveksi menular melalui saluran nafas yang disebabkan virus. Meskipun campak dan rubella tidak terlalu berbeda, keduanya mudah menular dengan hanya bersin atau batuk melalui udara sehingga membuat penyakit ini tergolong penyakit yang mudah menular.

Dari jadwal Dinkes Tulungagung, Agustus ini dikhususkan untuk imunisasi campak dan rubella bagi pelajar SD dan SMP. Sedangkan untuk balita dilaksanakan di posyandu mulai September mendatang. Imunisasi ini mulai diberikan pada usia sembilan bulan hingga di bawah 15 tahun. Bahaya campak menyebabkan kematian cukup tinggi sekitar 12 persen. Sedangkan rubella menyebabkan kecacatan bayi. “Diimunisasi sekarang dengan harapan tidak terkena campak dan rubella. Kami target 95 persen. Jika nanti kurang, ada sweeping,” ungkap Kepala Dinkes Tulungagung Moch. Mastur. (wen/din) 

(rt/whe/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia