Minggu, 17 Dec 2017
radartulungagung
icon featured
Features
Melihat Aktivitas Latihan Cabor Senam

Belum Punya Tempat Latihan, Numpang di Aula SDN 3 Ngadisuko

Sabtu, 29 Jul 2017 15:28 | editor : Andrian Sunaryo

MASIH NUNUT: Kifli dan dua rekannya sedang latihan di SD N 3 Ngadisuko kemarin (28/7).

MASIH NUNUT: Kifli dan dua rekannya sedang latihan di SD N 3 Ngadisuko kemarin (28/7). (Agus muhaimin/radar trenggalek)

Bukan rahasia lagi, cabang olahraga senam adalah andalan di Bumi Menak Sopal.  Senam lantai pula yang selama ini mengibarkan bendera di kancah Internasional. Ternyata itu ditempuh dengan kerja keras, meski sarana latihan sangat terbatas.

AGUS MUHAIMIN

"Satu, dua, tiga...." Aba-aba itu terdengar sangat tegas. Terlihat tiga orang anak degan cekatan mematuhi instruksi tersebut. Mereka bergulingan di atas matras berwarna hitam yang lusuh.

Keringat membasahi leher Kifli dan dua rekan yang lain, Ardiansyah dan Richard. Mereka terlihat lelah. "Kesel opo durung (capek apa belum,red)?," tanya Slamet Triadi, instruktur dalam latihan tersebut. Sedetik berikutnya, ketiga anak tersebut kompak menganggukkan kepala, sebagai tanda mereka lelah. Mereka lantas mengatur napas. Ada juga yang melemaskan punggung ada pula yang mengambil air minum.

Tak berselang lima menit, ketiga anak tersebut bangkit dalam posisi siap. Berdiri tegap menunggu instruksi berikutnya. Ya, kendati keringat bercucuran di leher, mereka terlihat semangat.

Usut punya usut, dalam waktu dekat mereka akan mewakili daerahnya dalam Pekan Olahraga Sekolah Dasar Tingkat Jatim di Lumjang beberapa bulan lagi. Sehingga tak heran mereka bersemangat. " Sebenarnya masih lama, November nanti," ujar Slamet.

Untuk sementara, sarana prasana (sarpras) latihan yang dijalani anak-anak ini sangat sederhana. Yakni matras dan pomel atau peralatan berbentuk jamur untuk melemaskan perut dan pinggul.

Sebenarnya, ada beberapa peralatan lain yang seharusnya bisa digunakan untuk latihan yakni sejenis matras dan karpet. Namun, lokasi alat tersebut masih di tempat latihan yang lama, yakni di aula Kecamatan Watulimo. " Ya bagaimana lagi belum ada tempat latihan yang permanen," ujar instruktur lain, Dwi Agus, sambil menyeka peluh.

Menurut dia, untuk tahap awal matras standar cukup sebagai sarana latihan. Namun, jika anak-anak tersebut mulai mahir, peralatan yang digunakan juga berbeda. Di sisi lain, alat tersebut tidak memungkinkan untuk sering berpindah tempat, karena bisa mempercepat kerusakan. Meski demikian, pihaknya berjanji bakal memboyong alat tersebut ke SD 3 Ngadisuko yang notabene tempat latihan baru. " Lha bongkar pasang terus ya cepat rusak," katanya.

Tercatat, sejak tahun 2001 lalu belum ada tempat latihan yang pasti atau permanen di cabor olah raga ini. Dalam rentang waktu tersebut, sudah empat kali pindah tempat. Mulai dari ruang kelas SD Prigi, Balai Desa Prigi, aula Kecamatan Watulimo, dan kini numpang di aula SD 3 Ngadisuko. " Pak Agus, nanti habis latihan alatnya dicopot ya, mau ada acara rapat," ucapnya menirukan saat meminjam lokasi latihan.

Meski sarpras  latihan terbatas, namun jangan dipikir prestasi yang diperoleh cabor ini terbatas, tetapi sudah belasan medali emas tingkat nasional sering dibawa pulang ke Bumi Menak Sopal. Bahkan, ada tiga emas di ajang Internasional dan 2 perak. " Tanggal 14 Agustus nanti Trenggalek juga bakal mengirimkan jagonya untuk ikut dalam pekan olahraga nasional (PON), ya dari senam ini," katanya.

Kendati demikian, Dwi tetap bersyukur, apalagi jika diingatnya dulu sarana latihan yang digunakan sangat memprihatinkan. Betapa tidak, lantaran terbatasnya biaya, maka sepet atau sabut kepala disulapnya menjadi matras sebagai alas untuk latihan. Sekarang, sudah mulai ada beberapa yang dimiliki. " Seandanya punya tempat latihan permanen itu akan lebih bagus, tidak pindah-pindah dan bisa fokus," imbuhnya.

Selain itu, normalnya tempat latihan diupayakan tidak ada gangguan dengan lingkungan luar. Beda ketika harus meminjam tempat orang lain. " Lha seperti ini tadi, kita latihan ada bola masuk ke area latihan, itu kan pengaruh juga," katanya. (*)

(rt/muh/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia