Kamis, 18 Jan 2018
radartulungagung
icon featured
Tulungagung
Kesehatan

Obat Keras Wajib Resep Dokter

Jumat, 28 Jul 2017 18:42 | editor : Whendy Gigih Perkasa

PENANDA: Salah satu obat bebas yang ditandai dengan lingkaran hijau. Obat ini bisa dibeli di apotek.

PENANDA: Salah satu obat bebas yang ditandai dengan lingkaran hijau. Obat ini bisa dibeli di apotek. (Whendy Gigih Perkasa/ RATU)

Obat sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Setiap kali sakit, selalu disarankan mengkonsumsi obat yang banyak dijual di apotek ataupun toko obat lainnya. Begitu juga ketika mendapat resep dari dokter. Apotek menjadi tempat membeli obat sesuai dengan resep tersebut.

Namun ternyata, meski sudah banyak orang mengetahui obat, belum banyak yang mengerti tentang penggolongannya. Padahal, penggolongan obat penting dipahami agar tidak asal konsumsi terlebih tanpa pengawasan ataupun sesuai petunjuk dokter.

Kasi Kefarmasian dan Perbekalan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung menyatakan, penggolongan obat digolongkan berdasar beberapa hal. Yakni nama dan tingkat keamanan. Berdasarkan nama, ada beberapa jenis obat. Di antaranya obat generik, paten, dan generik bermerek.

Obat paten merupakan obat yang hanya diproduksi pabrik pemilik hak paten tersebut. Namun ini tidak berlangsung secara terus menerus. Setelah masa paten habis, yakni antara 20 sampai 40 tahun, obat bisa diproduksi pabrik lain. “Obat ini disebut obat generik,” ungkap Masduki.

Penggolongan obat sudah diatur berdasarkan keamanan Permenkes Nomor 752a/1989.

Dikatakan Masduki, obat generik yang biasa dikenal masyarakat menggunakan nama generik. Yakni sesuai dengan kandungan zat berkhasiat. Sedangkan obat generik yang diberi nama dagang (merk) oleh pabrik yang memproduksinya disebut generik bermerek (branded generic).

Penggolongan obat berdasar tingkat keamanan dibedakan adanya penanda pada kemasan. Yakni berupa lingkaran hijau, biru, merah dengan huruf K, dan tanda palang. Obat keras ditandai logo warna merah dengan huruf K menyentuh garis tepi. Sedangkan narkotika ditandai logo berbentuk palang. Obat keras dan narkotika hanya dapat diperoleh dengan resep dokter di apotek, dimana peresapan narkotika harus dilaporkan secara rutin oleh apoteker kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Obat keras yang ditandai logo lingkaran hijau, dapat dibeli tanpa resep dokter di toko obat berizin, dan apotek. Sedangkan obat bebas terbatas yang ditandai logo berwarna biru adalah obat keras yang dapat dibeli tanpa resep dokter, namun harus memperhatikan peringatan khusus P1 s/d P6 dan informasi lainnya pada kemasan.

Contoh obat keras yaitu Antibiotik. Obat tersebut hanya dapat diperoleh dengan resep dokter dan digunakan hanya untuk infeksi bakteri. Tanyakan jenis obat yang telah diresepkan dokter atau apoteker di apotek. 

(rt/whe/whe/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia