Rabu, 20 Sep 2017
radartulungagung
Features
M Naufal Al Farudi A, Siswa SMAN 1 Boyolangu

Raih Bea Siswa KL YES, Ingin Kenalkan Reog Kendang di AS

Senin, 17 Jul 2017 10:21 | editor : Andrian Sunaryo

BERPRESTASI : (Dari kiri) Kepala SMAN 1 Boyolangu Muji Rahayu,   Mohamad Naufal Al Farudi Adnani, Waka Kesiswaan Muarif.

BERPRESTASI : (Dari kiri) Kepala SMAN 1 Boyolangu Muji Rahayu, Mohamad Naufal Al Farudi Adnani, Waka Kesiswaan Muarif. (DIDIN CAHYA FIRMANSYAH/RATU)

Dari dukungan guru, orangtua dan tekad kuat, usaha Mohamad Naufal Al Farudi Adnani membuahkan hasil. Siswa kelas XII SMAN 1 Boyolangu bakal berangkat sebagai peserta Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (KL-YES). Di mana program itu merupakan beasiswa penuh yang diberikan oleh U.S. Department of State kepada siswa SMA.

Didin Cahya Firmansyah/RATU

Butuh perjalanan panjang hingga Mohamad Naufal Al Farudi Adnani  hingga lolos seleksi KL-YES dan pada akhir bulan  ini akan bertolak  ke Amerika Serikat (AS). Semangat pantang menyerah, sejak kelas IX  SMP itulah yang terus digelorakan siswa SMAN 1 Boyolangu ini.

Apalagi ditambah terinpirasi dari buku Kiat Sukses Meraih Bea Siswa ke Luar karangan penulis Ahmad Fuadi, Naufal sapaan Mohamad Naufal Al Farudi Adnani, semakin terlecut belajar di negara lain.

Meski begitu tak mudah gambaran semula. Menorehkan prestasi kerap menjadi juara olimpiade sains tingkat kabupaten maupun provinsi, belum cukup membantu untuk bisa tembus ke luar negeri.

Beruntung sekitar setahun terakhir berburu informasi bea siswa program KL-YES. Tak ingin kesempatan terbuang percuma, Naufal pun secara mandiri berangkat dan daftar bersama dengan teman-teman lainnya.

Ternyata tak percuma usaha yang sering bolak-balik dari Tulungagung-Surabaya membuahkan hasil. Pendaftar regional Surabaya yang mencapai 750 orang, hanya puluhan orang yang lolos termasuk dirinya.

Namum itu belum cukup, sebab masih ada seleksi wawancara di Konjen AS di Surabaya. Tentu kemampuan Bahasa Inggris dan wawasan budaya, mutlak terlebih dahulu dimiliki. Alhasil dari proses kerja keras dan belajar tekun, dia pun lolos untuk perwakilan Jawa Timur yang mengikuti KL-YES. “ Alhamdulillah masuk bea siswa, tinggal menunggu proses karantina di Jakarta,” ungkap anak pertama dari empat bersaudara ini.

Di mana kini persiapan warga Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru ini sudah dijalankan sebelum berangkat ke Jakarta dan bertolak ke AS.  Termasuk terus meningkatkan kemampuan dalam seni tradisi. Sebab misi dari program bea siswa ini adalah pengenalan budaya Indonesia ke negeri Paman Sam tersebut.

Nah, karena Tulungagung memiliki identitas Reog Kendang. Dia bakal all out memperkenalkan kesenian ini selama mengikuti pertukaran pelajar sekitar 10 bulan tersebut. “ Mudah-mudahan lancar, bisa mengemban misi memperkenalkan budaya. Termasuk batik hingga materi destinasi wisata Tulungagung, saya akan bawa selama belajar di AS,” ucap anak pasangan  Mohamad Rusyidi Adnani dan Henik Masita.

Dia berharap kepada adik kelas di SMAN 1 Boyolangu bisa semakin baik dengan prestasi yang membanggakan sekolah maupun orang tua serta Tulungagung.

Kepala SMAN 1 Boyolangu Muji Rahayu yang mendampingi Naufal ketika wawancara dengan Jawa Pos  Radar Tulungagung. Dia mengaku dengan prestasi anak didiknya tentu sudah membuktikan jika kualitas siswa di Tulungagung mampu bersaing dalam level nasional maupun internasional. “ Paling tidak dia (Naufal) akan bisa menjadi motivasi bagi adik kelasnya,” ungkap pria ramah ini.

Berbagai inovasi bakal diterapkan pada tahun ajaran 2017/2018, termasuk ada bidang khusus yang bakal mengambil siswa yang ingin mendapatkan bea siswa ke luar negeri dan dibantu guru pembimbing. Dengan begitu, akan menjadi sarana yang efektif bagi siswa yang memiliki minat mengembangkan kemampuan ke luar  negeri.

Selain itu, pihak sekolah memberikan siswa yang memiliki kemampuan khusus dalam hal akademik. Sebab SMAN 1 Boyolangu memiliki program SKS, jadi siswa dua tahun bisa lulus.” Kami juga dinobatkan sebagai sekolah rujukan. Artinya sistem pembelajaran patut dicontoh  sekolah lain,” ujarnya.

“ Kami tak lupa membentuk karakter siswa, agar ketika lulus menjadi baik terhadap teman, orang tua, lingkungan dan peduli akan prestasi,” imbuhnya.

Tentu semua program sekolah akan berjalan jika unsur guru, siswa, komite selalu kompak dalam mengembangkan prestasi untuk kepentingan umum.(*/din)   

(rt/did/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia