Jumat, 22 Sep 2017
radartulungagung
Hukum & Kriminal

Tangkap Dua Budak Dobel L

Senin, 17 Jul 2017 09:37 | editor : Andrian Sunaryo

TERTANGKAP :  Andik Sutriyono tunjukkan BB pil dobel L di Polsek Bandung, Sabtu (15/7) lalu

TERTANGKAP : Andik Sutriyono tunjukkan BB pil dobel L di Polsek Bandung, Sabtu (15/7) lalu (POLSEK BANDUNG FOR RATU)

Muhammad Aris Syafaat, 19, warga Desa Tanggulwelahan,  Kecamatan Bandung, dan Andik Sutriyono, 25 warga Desa Besuki, Kecamatan Besuki bakal menjalani hari-hari di balik jeruji besi  Sabtu (15/7) lalu. Pasalnya kedua pria itu ditangkap polisi karena diduga mengedarkan narkoba jenis pil dobel l.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Tulungagung, penangkapan dilakukan pada Sabtu (15/7) sekitar pukul 20.30. Saat itu, Polsek Bandung mendapat informasi dari masyarakat jika di wilayahnya akan ada transaksi obat-obat terlarang jenis pil dobel L. Kemudian, anggota unit Reskrim Polsek Bandung menyelediki laporan tersebut. “Setelah mendapatkan informasi, kami langsung mnyelidiki,“ ungkap Kapolres Tulungagung, AKBP Yong Ferrydjon melalui Kapolsek Bandung, AKP Siswanto.

Tak lama penyelidikan, ternyata benar ada transaksi narkoba di Desa Tanggulwelahan. Itu setelah ada kecurigaan polisi terhadap Muhammad Aris Syafaat yang diduga akan melakukan transaksi narkoba. Polisi langsung berusaha menangkap di rumah pelaku. Pelaku berusaha kabur setelah mengetahui kedatangan polisi. “Anggota kami ketika tiba di rumahnya mengetahui jika pelaku ini melakukan transaksi. Tepatnya di teras rumah pelaku. Namun ketika dilakukan penangkapan, pelaku malah akan kabur, tapi segera kami atasi. Dan ditemukan 48 butir pil dobel l,” kata Siswanto.

TERTANGKAP : M Aris Syafaat tunjukkan BB pil dobel L di Polsek Bandung, Sabtu (15/7) lalu

TERTANGKAP : M Aris Syafaat tunjukkan BB pil dobel L di Polsek Bandung, Sabtu (15/7) lalu (POLSEK BANDUNG FOR RATU)

Dari pemeriksaan pelaku, polisi mengetahui ada pelaku lain. Yakni di Desa/Kecamatan Besuki. Polisi akhirnya berhasil membekuk pelaku ke dua dan mengamankan barang bukti sebanyak 100 butir pil dobel l siap edar. "Kami langsung menuju ke teman pelaku pertama yang masih satu jaringannya. Yakni Andik Sutriyono," ujar Siswanto.

Saat ini polisi terus mengembangkan kasus tersebut untuk memburu bandar besar narkoba. Kedua pelaku dijerat dengan pasal 197 sub pasal 196 UU RI no 36 th 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (lil/wen)

(rt/lai/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia