Sabtu, 23 Sep 2017
radartulungagung
RaTu Event

Tekankan Hidup Sehat, Gelar Sosialisasi Germas

Tak Merokok, Tak Minum Beralkohol

Sabtu, 15 Jul 2017 17:31 | editor : Andrian Sunaryo

KOMPAK: Direktur Poltekkes Malang Budi Susatya (dua dari kiri) bersama pemerintah daerah dukung program Germas.

KOMPAK: Direktur Poltekkes Malang Budi Susatya (dua dari kiri) bersama pemerintah daerah dukung program Germas. (Whendy/Radar Tulungagung)

Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) digelar Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes)  Malang di Balai Desa Sawo, Kecamatan Campurdarat kemarin (14/7). Germas merupakan program Poltekkes Kemenkes Malang khususnya bidang pengabdian masyarakat. Dalam pelaksanaan itu, Poltekkes bekerjasama dengan pemerintah setempat utamanya Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung.

Acara yang dimulai sekitar pukul 08.00 itu, dihadiri sejumlah pejabat di lingkup pemerintahan daerah. Di antaranya Bupati Tulungagung Syahri Mulyo yang diwakili Kepala Dinkes Tulungagung dr. Moh. Mastur, Camat Campurdarat, kepala  Desa Sawo, dan anggota DPRD Tulungagung. Masyarakat Desa Sawo juga hadir dan antusias mengikuti sosialisasi Germas itu. Acara tersebut dibuka dengan senam reog kendang oleh ibu-ibu PKK Desa Sawo.

Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Malang Jupriyono mengatakan, tujuan sosialisasi tersebut salah satunya mempercepat dan terwujudnya sinergitas upaya hidup sehat guna meningkatkan produktivitas.  Selain sosialisasi, ada beberapa kegiatan lain. Di antaranya senam kreasi,  pencanangan gerakan masyarakat hidup sehat, pelayanan kesehatan gratis seperti pemeriksaan tekanan darah, gula darah, konsultasi gizi dan lain sebagainya.

DUKUNG GERMAS: Anggota DPRD Tulungagung Imam Khoirudin menggunting pita.

DUKUNG GERMAS: Anggota DPRD Tulungagung Imam Khoirudin menggunting pita. (Whendy/ Radar Tulungagung)

Direktur Poltekkes Malang, Budi Susatya berharap, adanya sosialisaai Germas membuat masyarakat semakin sadar. Yakni, untuk mencapai derajat kesehatan bukanlah dengan pengobatan, namun dengan pencegahan. Dengan demikian biaya hidup bisa lebih murah. "Misalnya tidak merokok dan tidak minum minuman beralkohol," jelasnya.

Kepala Dinkes Tulungagung, dr. Moh. Mastur menyatakan  dalam membangun kesehatan itu ada paradigma sehat. Dinamakan paradigma sehat apabila masyarakat mampu menjaga kesehatannya, sedangkan yang sakit bisa dapatkan pelayanan kesehatan dengan  baik. "Jaga kesehatan, konsumsi sayur dan buah, dan lingkungan hidup kita harus bersih. Ini semua perlu kerjasama masyarakat," jelasnya. (wen/and)

(rt/whe/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia