Jumat, 22 Sep 2017
radartulungagung
Tulungagung

Rencana Pemberian Seragam Gratis

Siswa Kelas X SMAN/SMKN, Tunggu Juknis

Sabtu, 15 Jul 2017 17:19 | editor : Andrian Sunaryo

Seputar Pemberian seragam gratis

Seputar Pemberian seragam gratis (Hendra Novias/Radar Tulungagung)

Rencana pemberian seragam gratis siswa kelas X di SMAN/SMKN pada tahun ajaran 2017/2018 ini masih belum jelas. Meski Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur kini sedang melakukan proses audit jumlah siswa di Kota Marmer ini pasca penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang sudah rampung. Namun petunjuk teknis dan pelaksanaannya belum  diterima  sebagian besar sekolah.  

“ Terkait seragam gratis siswa kelas X terungkap dari instruksi Dispendik Jawa Timur pada pertemuan beberapa waktu lalu, yang menyatakan jika SMAN/SMKN akan mendapatkan seragam gratis  termasuk di Tulungagung,” ungkap Kepala Cabang Dispendik Jawa Timur Wilayah Kabupaten Tulungagung, Solikin melalui Kasi SMA, SMK dan PK, Subagyo, kemarin (14/7).

Meski sudah mendapatkan pemberitahuan langsung dari Dispendik Jawa Timur, namun surat edaran atau petunjuk teknisnya secara resmi belum didapat. Maka dari itu, dia masih belum berani memberikan pemberitahuan kepada SMAN/SMKN di Tulungagung.

Hanya saja, sekedar dia ketahui Dispendik Jawa Timur atas kebijakan Gubernur Jawa Timur akan memberikan seragam gratis dengan jumlah dua stel seragam. Diperkirakan, saat ini dalam proses seragam tersebut diberikan pada akhir Juli. 

“Juklak dan Juknisnya atau surat resminya kita belum dapat. Bahkan, seragam gratis dua stel itupun masih belum jelas juga. Apakah abu-abu, olahraga atau pramuka,” terangnya.

Sementara Kepala SMAN 1 Kedungwaru Harim Soejatmiko mengatakan, masih belum mendapatkan juklak dan juknis secara resmi dari cabang dispendik wilayah Kabupaten Tulungagung maupun Dispendik Jawa Timur terkait adanya seragam gratis tersebut.

Memang dia mendapatkan instruksi beberapa waktu lalu, untuk setor jumlah siswa dan lainnya. “ Tidak ada paksaan untuk beli seragam. Nunggu boleh, pakai punya kakak kelas yang sudah lulus boleh. Jika nanti ada kebijakan tersebut, tahun depan tidak usah beli. Anak seumuran itu memang seragamnya setahun dua tahun pasti ganti, karena masa pertumbuhan,” ungkapnya. (lil/din)

(rt/lai/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia