Kamis, 21 Sep 2017
radartulungagung
Trenggalek

SMAN/SMKN Masih Ada 700 Bangku Kosong

Bakal Dibiarkan, Belum Ada Juknis

Sabtu, 15 Jul 2017 16:37 | editor : Andrian Sunaryo

LENGKAP : Panitia PPDB di SMKN 1 Trenggalek melihat berkas daftar ulang siswa yang seluruhnya telah terpenuhi.

LENGKAP : Panitia PPDB di SMKN 1 Trenggalek melihat berkas daftar ulang siswa yang seluruhnya telah terpenuhi. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

Berita Terkait

Tahun ajaran baru ini tidak semua SMAN/SMKN di Trenggalek pagunya tercukupi. Masih ada 700 bangku kosong alias kurang siswa. Hal itu kemungkinan tidak diisi, pasalnya, hingga kemarin (14/7) Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) belum memberikan petunjuk terkait hal tersebut. Hal itu diungkapkan Kepala Cabang Dispendik Provinsi Jatim wilayah Trenggalek, Supriyadi.

Menurut dia, terkait petunjuk apa yang dilakukan sekolah yang kekurangan siswa sepenuhnya wewenang Dispendik Provinsi Jatim. Sehingga, semuanya harus bersabar terkait kebijakan apa yang diberlakukan terkait hal tersebut. “Belum ada petunjuk baik lisan maupun tulisan terkait hal itu, sepertinya sekolah harus puas dengan hasil PPDB yang ada saat ini,” katanya.

Dia mengatakan, dengan demikian nanti pagu yang kosong tersebut akan dibiarkan, totalnya ada 700 bangku di seluruh SMAN/SMKN Trenggalek. Dengan kekurangan tersebut sebagian besar SMAN/ SMKN tidak bisa melaksanakan pagu maksimal 36 siswa pada masing-masing rombelnya. Sedangkan, untuk kekurangan terbanyak di SMAN 1 Tugu ada 122 siswa, juga SMKN 1 Watulimo kekurangan 95 siswa. Sekolah yang pagu terpenuhi adalah SMAN 1 Trenggalek dan SMKN 1 Trenggalek. “Khusus kedua sekolah yang kekurangan pagu itu, memang setiap tahunnya terjadi, “ tuturnya.

Mengapa 700 Bangku Kosong Dibiarkan

Mengapa 700 Bangku Kosong Dibiarkan (Alwi/Radar Trenggalek)

Priyadi menambahkan, kemungkinan besar tidak akan ada kebijakan tentang kekurangan pagu tersebut. Buktinya, saat ini proses persiapan pengenalan lingkungan sekolah (PLS) telah dirapatkan dan disosialisasikan ke sekolah-sekolah. Nanti hal tersebut akan diinformasikan kepada peserta didik baru pada hari ini (15/7) ketika seluruh sekolah melaksanakan pra PLS. “ Pastinya dalam PLS itu tidak boleh ada kekerasan, dan seluruh sekolah siap hal itu,”  ujarnya.

Senada diungkapkan Ketua Panitia PPDB SMKN 1 Trenggalek, Prianto. Dia menambahkan, sebenarnya pada proses PPDB online pertama, kecuali jurusan Teknik Otomasi Industri (TOI) pagunya  69 siswa dan  hanya ada 63 yang mendaftar, sehingga kekurangan enam siswa. Namun, setelah dilakukan daftar ulang ada empat siswa dari beberapa jurusan yang tak melakukannya sehingga kekurangan tersebut diambil dari PPDB online kedua. “Syukurlah setelah PPDB online tahap kedua, pagu total 720 siswa kami bisa terpenuhi, dan semuanya daftar ulang,” jelasnya. (*)

(rt/zak/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia