Rabu, 20 Sep 2017
radartulungagung
Trenggalek

Panggil Saksi Ahli, Pelaku Belum Ditahan

Penggilingan Cabah yang Digerebek Polisi

Sabtu, 15 Jul 2017 16:26 | editor : Andrian Sunaryo

DIAMANKAN : Polisi memperlihatkan puluhan sak beras dengan merek palsu siap edar

DIAMANKAN : Polisi memperlihatkan puluhan sak beras dengan merek palsu siap edar (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

MK, 47, warga Kecamatan Trenggalek, pemilik penggilingan gabah yang digerebek polisi Rabu (12/7) lalu masih merasakan udara bebas. Pasalnya, hingga kemarin (14/7) Polres Trenggalek masih menyelidiki kasus tersebut dan status pelaku belum ditingkatkan jadi tersangka hingga dilakukan penahanan.

Kapolres Trenggalek, AKBP Donny Adityawarman melalui Kasubag Humas, Iptu Supadi mengatakan, jenis kejahatan yang dilakukan pelaku merupakan tindak pidana khusus. Sehingga, perlu dilakukan penyelidikan dengan menghadirkan saksi ahli yang berkompenten di bidangnya yaitu perihal industry, pangan, serta perdagangan. “Kami masih menentukan saksi ahli yang tepat untuk kasus ini, dan pasti pemanggilannya akan dilangsungkan secepatnya,” katanya.

Dia melanjutkan, keterangan dari saksi ahli sangat diperlukan dalam kasus tersebut. Ini dilakukan untuk memastikan perbuatan pelaku dalam pengepakan beras dengan merek tertentu, tanpa seizin pemilik merek, dan tanpa dilengkapi standar khusus. Dengan melakukan penjualan merupakan kesalahan atau tidak. Sebab izin yang dimiliki pelaku hanya sebatas tempat penggilingan gabah. Ditambahkan lagi, polisi juga akan mengambil sampel beras tersebut untuk uji laboratorium, apakah terdapat kandungan zat berbahaya atau tidak. “Nanti jika keterangan saksi ahli didapat dan bukti-bukti cukup kami akan memanggil pelaku untuk meminta keterangannya. Sebab, berdasarkan bukti dan keterangan yang ada pelaku tidak bisa mengelak lagi, kendati sebelumnya menampik semua tuduhan,” jelasnya.

Selain itu, karena barang bukti yang didapat cukup banyak yaitu sekitar 15 ton beras, polisi terus menjaga lokasi penggrebekan untuk mengamankan barang bukti.  Polisi juga terus menyelidik tempat pelaku mengedarkan beras tersebut agar tidak dibeli oleh masyarakat umum dan langsung mengkonsumsinya. Ini mengantisipasi jika berdasarkan uji laboratorium terbukti beras tersebut ada kandungan zat berbahaya. “ Saat ini tempat penggilingan gabah pelaku telah diberi garis polisi agar tidak beroperasi dan kami akan berusaha secepat mungkin untuk menentukan status hukum pelaku nanti,” ungkap perwira polisi dengan pangkat dua balok di pundak ini.

Seperti diberitakan masyarakat Kota Keripik Tempe tampaknya harus lebih waspada lagi dalam membeli beras merek ternama untuk dikonsumsi. Ini terkait penggrebekan lokasi penggilingan padi di wilayah Kecamatan Trenggalek yang diduga pengepakan sekaligus pengedaran beras dengan merek ternama yang tanpa dilengkapi izin edar di wilayah Trenggalek. Dari penggrebekan tersebut didapat barang bukti berupa 15 ton beras siap edar yang dikemas dengan merek dagang palsu.

Itu dibuktikan setelah penggrebekan dan mengecek cek kelengkapan surat izinnya, ternyata pemilik tempat tersebut hanya memiliki izin untuk penggilingan gabah menjadi beras. Namun, saat itu juga polisi mendapati belasan ton, sak beras siap edar berbagai merek. Ditambahkan, di lokasi tersebut juga terdapat puluhan sak beras yang berlabel merek yang familiar di Trenggalek yang siap untuk mengemas beras. Berdasarkan keterangan sementara, ternyata beras dalam sak siap edar tersebut merupakan hasil penggilingan gabah di tempat tersebut yang dikemas sendiri. Nanti, beberapa sak beras tersebut akan diedarkan ke pelanggannya di wilayah Trenggalek. “Ini yang dilarang, sebab izinya hanya penggilingan beras, sehingga pelaku hanya boleh menggiling beras bukan mengedarnya,” ujar Kapolres Trenggalek, AKBP Donny Adityawarman.

Kendati demikian Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak meminta kepada masyarakat agar tidak perlu khawatir. Sebab saat ini pemkab bersama polisi terus berkoordinasi untuk mengatasi persoalan tersebut. Sementara itu pelaku MK, mengakui jika pengepakan beras tanpa izin, namun yang pasti seluruh beras yang diedarkan layak konsumsi. Sebab gabah dibeli langsung dari petani, serta dalam proses penggilingan tidak dicampurkan zat jenis apapun. (*)

(rt/zak/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia