Minggu, 24 Sep 2017
radartulungagung
Hukum & Kriminal

Cemburu, Pukuli Tetangga Sendiri

Jumat, 14 Jul 2017 09:11 | editor : Andrian Sunaryo

Gara-Gara WA

Gara-Gara WA (Hendra Novias/Radar Tulungagung)

Terbakar cemburu, Fauzi, warga Dusun Plandaan, Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung, membuat kalap. Pria  20 tahun tersebut nekat memukuli Imam Sopii, 26, yang masih tetangganya sendiri. Gara-gara pesan WhatsApp yang dikirim korban itu ke teman dekat pelaku.

Informasi yang didapat dari Polsek Tanggungunung, awal mula cerita, saat itu Fauzi dan Imam Sopii yang merupakan teman dekat, sebab mereka berdua hobi yang sama yakni bermain game console playstasion (PS).

Nah pada Sabtu (9/7) Fauzi yang sedang tidak keluar jalan-jalan dengan teman dekatnya memilih menghabiskan waktu untuk bermain PS dengan Imam Sopii. Namum ketika sedang asyiknya bermain pelaku tiba-tiba pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil.

Disebabkan menunggu pelaku yang lama di kamar mandi. Korban pun iseng mengambil HP pelaku yang tergeletak di depan televisi. Dia pun membuka-buka aplikasi di HP korban. Pada akhirnya dia membuka pesan WhatsApp pelaku. Pesan WhatsApp yang dibuka oleh korban ditemuinya kalau pelaku baru saja kirim pesan dengan seorang perempuan yang dikenal sebagai teman dekat baru pelaku.

Namun korban yang ingin tahu mencatat nomor HP perempuan tersebut. Ketika sampai di rumah, dia mengirimkan pesan kalau dia ingin kenalan dengan perempuan teman dekat pelaku.

Pada keesokan Minggu (10/7) pelaku diberitahu teman dekat  kalau kemarin baru saja dichat seseorang laki-laki ingin berkenalan dengannya yang bernama Imam. Pelaku naik darah karena merasa temannya tega hendak menikung teman dekatnya dan ingin memberi pelajaran kepada Imam.

Tepat Minggu sekitar pukul 22.00 pelaku menghampiri korban ke rental PS. Setelah ketemu pelaku mengajak korban di SD Jenglungharjo yang letaknya di depan rental PS. Sesampai di SD, pelaku mengancam korban kalau jangan mencoba mengganggu teman dekat.

Meski korban menjelaskan kalau tidak berniat mengganggu teman dekatnya. Menurut korban di pesan tersebut hanya perkenalan saja tidak ada unsur menggoda.

Sudah dianggap menipu, korbanpun dipukul ditendang mengenai punggungnya. Lalu dipukul di bagian matanya dan perut hingga korban jatuh kesakitan dan ditinggal pulang. Merasa dirugikan matanya yang memar karena dipukul korban keesokan paginya melapor pada polisi.

“ Memang benar di wilayah hukum Polsek Tanggunggunung terjadi penganiayaan ringan pada korban Imam Sopii. Saat ini kami telah menyelidiki kasus ini. Pelaku diancam pasal 352 KUHP dengan ancaman 3 bulan kurungan,” ungkap Humas Polsek Tanggunggunung Aiptu Suprih. (c1/din) 

(rt/did/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia