Kamis, 21 Sep 2017
radartulungagung
Tulungagung

PKL Ingin Tetap Berjualan

Jumat, 14 Jul 2017 08:54 | editor : Andrian Sunaryo

PERLU PENGAMAN: GOR Lembu Peteng yang selama ini menjadi lokasi keramaian baru.

PERLU PENGAMAN: GOR Lembu Peteng yang selama ini menjadi lokasi keramaian baru. (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

Para pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di seputaran GOR Lembu Peteng tampak waswas dengan rencana pembangunan pagar di sekeliling fasilitas olahraga di Jalan Soekarno-Hatta tersebut. Mengingat sampai saat ini belum ada kejelasan, apakah ini nanti berpengaruh pada lokasi mereka berjualan atau tidak.

“ Kami sebenarnya tidak mempermasalahkan adanya pembangunan pagar di sekeliling GOR,” kata Meme, salah satu pedagang kopi kemarin (13/7).

Dia mengaku, sudah mengetahui rencana tersebut. Apalagi beberapa waktu lalu dirinya juga sudah diberi tahu terkait pemberian pagar pengaman, khususnya di sisi utara yang berdekatan dengan jalan raya. Apalagi di sisi barat dan timur juga ada patok sebagai penanda pembuatan jalan masuk. “ Kami juga sudah tahu akan hal ini. Bahkan kabarnya pembangunan akan dilakukan tidak lama lagi,” ungkapnya.

Pria asal Desa Balerejo, Kecamatan Kauman ini tetap berharap pembangunan pagar ini tidak sampai mengganggu aktivitas berjualan. Apalagi selama ini para pedagang sudah merasa nyaman berjualan di pinggir jalan nasional Tulungagung-Trenggalek tersebut. Mengingat area tersebut berada di dekat banyak fasilitas umum sehingga cukup menguntungkan untuk berjualan. “Kami ingin tetap di sini saja, karena kami juga sudah lama menempati area ini,” tuturnya.

Sementara itu Kabid Bangunan dan Penataan Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Evi Purvitasari mengatakan, pembangunan pagar di sekitar GOR Lembu Peteng merupakan langkah awal untuk penataan area tersebut. Bahkan setelah pembangunan pagar bisa saja dilanjutkan dengan penataan PKL yang berjualan di situ. “Saat ini memang hanya pembangunan pagar saja sebagai pengaman GOR. Namun untuk hal-hal lainnya dilakukan secara bertahap,” terangnya.

Dari pantauan Koran ini, di sisi barat dan timur sudah dipasang patok penanda rencana pembangunan pagar. Jika nanti sudah jadi, area tersebut bakal ada tiga pintu. Dengan demikian, saat ada acara tidak perlu berjubel melalui pintu masuk utama sebagai akses masuk dan keluar sekaligus.(rka/din)  

(rt/rak/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia