Selasa, 21 Nov 2017
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Bupati Emil Paparkan Potensi Trenggalek

Di Hadapan Komisi V DPR RI, Beri Apresiasi

Jumat, 14 Jul 2017 08:28 | editor : Andrian Sunaryo

MEYAKINKAN: Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak memberikan pemaparan mengenai potensi Trenggalek di hadapan komisi V DPR RI kemari

MEYAKINKAN: Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak memberikan pemaparan mengenai potensi Trenggalek di hadapan komisi V DPR RI kemari (AGUS MUHAIMIN/RADAR TRENGGALEK)

Komisi V DPR RI  memberi apresiasi  atas gagasan pengembangan kawasan selatan jawa yang disampaikan Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak. Tak hanya itu, dalam kunjungan kerja Komisi V tersebut dewan juga memberikan sejumlah saran yang bisa mendukung terealisasinya rencana besar tersebut. Salah satunya, terkait komunikasi dan koordinasi yang intens dengan sejumlah Kementerian.

Dalam pemaparannya, Bupati Emil menyebutkan ada banyak potensi di Kota Keripik Tempe. Salah satunya soal hasil alam bahkan beberapa waktu lalu ditetapkan hutan durian terbesar se Asia Tenggara, di Trenggalek.

Disampaikan Emil, Trenggalek di antara kota-kota besar di wilayah selatan, seperti antara Jogjakarta dan Malang, hal tersebut tentu memberikan peluang yang baik di bidang perekonomian. Untuk itu, diperlukan sarana infrastruktur sebagai akses untuk meningkatkan dan memaksimalkan pertumbuhan wilyah selatan. “ Untuk jalur darat ada JLS, selain itu pelabuhan niaga Prigi juga sudah masuk pada rencana induk pembangunan nasional (RIPN), “ katanya.

SERIUS TAPI SANTAI : Wabup Moch Nur Arifin (berpeci) bersama para tamu mendengarkan pemaparan Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak

SERIUS TAPI SANTAI : Wabup Moch Nur Arifin (berpeci) bersama para tamu mendengarkan pemaparan Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak (AGUS MUHAIMIN/RADAR TRENGGALEK)

Diakui Emil, ada stigma yang sedang berkembang terkait jalur transportasi laut di wilayah selatan, yakni ombak yang besar. Namun, kapal dengan kategori tertentu masih bisa atau memungkinkan untuk aktivitas di jalur tersebut.  Alhasil adanya pelabuhan niaga tersebut, diharapkan bisa menjadi jawaban atas kendala yang dihadapi jalur darat. “ Karena memang untuk beberapa titik jalur lintas selatan melewati perbukitan dengan posisi menanjak,”  kata Emil.

Sementara itu, Fary Djemy Francis Ketua komisi V DPR RI mengatakan, kunjuugan kerja komisi ini sebagai tindak lanjut dari silaturahmi Bupati Trenggalek ke Komisi V beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan tersebut pihaknya bersama rombongan ingin menyaksikan langsung isu-isu strategis yang nanti juga membawa dampak untuk sejumlah kawasan, yang disampaikan oleh bupati. “ Yang pertama terkait pelabuhan niaga, pelabuhan perikanan, jalur lintas selatan dan isu setrategis lainnya,” kata Fary –sapaannya.

Dari paparan bupati, Fary juga mendapat informasi, sebagian pembangunan JLS tersebut melibatkan pihak luar dan ada beberapa ruas yang membutuhkan perhatian. Untuk itu, pihaknya juga telah mempertanyakan kepada pihak balai besa jalan mengenai point penting untuk mendukung pembangunan JLS tersebut. “ Kami memberikan dukungan politis untuk program-program strategis ini,” katanya.

Di lokasi yang sama, Gatot Sujito, salah seorang anggota Komisi V memberi saran kepada bupati untuk membuat simposium menjalin komunikasi dengan sejumlah kepala daerah untuk mewujudkan gagasan tersebut. Mengingat, isu strategis yang disampaikan Bupati Emil itu juga akan membawa dampak yang baik terhadap sejumlah wilayah di selatan jawa. “ Setelah itu adakan pertemuan dengan sejumlah menteri, misalnya Mentri BUMN, Perhubungan dan menteri lain yang berkaitan dengan isu strategis tersebut,” katanya.(hai/and)

 

(rt/muh/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia