Rabu, 20 Sep 2017
radartulungagung
Trenggalek

Emil : Ibarat Dosa Dua Kali

Pengedar Pangan yang Tak Sesuai Aturan

Jumat, 14 Jul 2017 08:22 | editor : Andrian Sunaryo

TERUS DISELIDIKI : Bupati Trenggalek Emil (putih) bersama Kapolres Trenggalek AKBP Donny melihat barang bukti beras yang dikemas dengan merek ilegal di Mapolres Trenggalek.

TERUS DISELIDIKI : Bupati Trenggalek Emil (putih) bersama Kapolres Trenggalek AKBP Donny melihat barang bukti beras yang dikemas dengan merek ilegal di Mapolres Trenggalek. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

Pemkab Trenggalek memilih menyerahkan sepenuhnya persoalan hukum terkait penggerebekan tempat penggilingan padi milik MK, 47, warga Kecamatan Trenggalek, kepada polisi. MK  diduga melakukan pengepakan sekaligus mengedarkan beras dengan merek ternama tanpa dilengkapi izin edar di wilayah Trenggalek Rabu (12/7) lalu. Pasalnya, tindakan pelaku bisa merugikan masyarakat banyak khususnya di wilayah Trenggalek. Hal ini seperti diungkapkan Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak.

Menurut dia, perlu adanya sinergitas antara pemkab dengan pihak terkait dalam hal penegakan hukum, seperti kepolisian dan kejaksaan. Sebab di daerah manapun kalau tidak ditopang dengan kekuatan aparat penegak hukum yang solid akan kesulitan dalam hal menjaga keamanan, khususnya peredaran barang pangan ke masyarakat. “ Pengedar barang pangan yang tak sesuai aturan ibarat dosa dua kali, satu menyangkut merek, dan satunya lagi jika terbukti dicampur bahan berbahaya,” katanya.

Lanjut Emil, nantinya pemkab akan menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan polisi dan bertindak sesuai porsi yang diberikan. Mengenai peredaran barang pangan, tentu akan berhubungan lansung dengan kesehatan konsumen. “Kami menyerahkan sepenuhnya hal ini kepada polisi dan berdasarkan hasil koordinasi yang dilakukan, pemkab tidak perlu bertindak dan akan dipatuhi,” katanya.

Penggerebekan Beras Ilegal

Penggerebekan Beras Ilegal (Hendra Novias/Radar Tulungagung)

Kendati demikian, diharapkan seluruh masyarakat tidak perlu panik akan hal ini. Sebab, tidak semua bahan pangan khususnya beras yang saat ini beredar di masyarakat seluruhnya berasal dari lokasi yang digerebek. Untuk itu, diharapkan masyarakat membeli keperluan pangan di tempat atau pasar yang jelas sehingga terhindar dari mengkonsumsi beras ilegal tersebut. “Pastinya dengan hal ini tidak ada lagi orang yang berani menjual barang pangan tak layak, polisi akan segera mengungkap dan kami sangat mengapresiasi hal tersebut,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya,  masyarakat Kota Keripik Tempe harus lebih waspada lagi dalam membeli beras merek ternama untuk dikonsumsi. Terkait penggerebekan di lokasi penggilingan padi di wilayah Kecamatan Trenggalek, diduga pelaku melakukan pengepakan sekaligus mengedarkan beras dengan merek ternama yang tanpa dilengkapi izin edar di wilayah Trenggalek. Dari hasil penggerebekan tersebut didapati barang bukti berupa 15 ton beras siap edar yang dikemas dengan merek dagang palsu.

Itu dibuktikan setelah polisi melakukan penggerebekan dan mengecek kelengkapan maupun surat izin, ternyata pemilik tempat tersebut hanya memiliki izin untuk melakukan penggilingan gabah menjadi beras. Namun, saat itu juga polisi mendapati belasan ton, sak beras siap edar berbagai merek. Ditambahkan, di lokasi tersebut juga terdapat puluhan sak kantong beras yang berlabelkan merek yang familiar di Trenggalek dalam kondisi siap untuk mengemas beras. Berdasarkan keterangan sementara, ternyata beras yang dalam sak siap edar tersebut merupakan hasil penggilingan gabah di tempat tersebut yang dikemas sendiri. Nantinya beberapa sak beras tersebut akan diedarkan ke pelanggannya di wilayah Trenggalek. “Ini yang dilarang, sebab izinnya hanya penggilingan beras, sehingga pelaku hanya boleh menggiling beras bukan mengedarnya,” ujar Kapolres Trenggalek, AKBP Donny Adityawarman. (jaz/tri/and)

(rt/zak/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia