Rabu, 20 Sep 2017
radartulungagung
Sports

Jaga Stamina untuk Menuju Juara

Babak Penyisihan Singkirkan Puluhan Atlet

Rabu, 12 Jul 2017 19:46 | editor : Andrian Sunaryo

RAIH KEMENANGAN : Atlet kategori usia dini saling berjibaku untuk mengalahkan lawannya

RAIH KEMENANGAN : Atlet kategori usia dini saling berjibaku untuk mengalahkan lawannya (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

Pertandingan seru, kemarin (12/7) tersaji diantara atlet yang lolos pada Kejuaraan Bulutangkis Bupati Cup se- Jawa Timur yang digelar di Gedung Serbaguna Kelutan. Seperti diprediksi, atlet yang lolos bertanding merupakan atlet unggulan dari beberapa klub bulutangkis favorit di Jatim. Mereka berhasil mengkandaskan lawannya di babak penyisihan.

Deputi Refeere K.I Widodo mengatakan, sejak kejuaraan dibuka pada Senin (10/7) lalu, seluruh atlet menyajikan permainan terbaiknya. Bahkan, untuk memperebutkan babak selanjutnya, para atlet menyuguhkan pertandingan sengit hingga membuat para pendukung deg-degan. Maklum, seluruh atlet menginginkan untuk lolos ke babak selanjutnya dan berhasil meraih juara. “Jika lolos ke babak selanjutnya, nanti atau keesokan harinya atlet langsung bertanding, sehingga stamina mereka harus terjaga,” katanya.

Dia melanjutkan, dipastikan seluruh atlet yang bertanding akan merasa puas terkait penghargaan yang nantinya diberikan oleh penyelenggara. Sebab, panitia tidak main-main dalam menyiapkan total hadiah sebesar Rp 65 juta yang terdiri dari trofi, sertifikat piala dan sebagainya, yang akan diberikan bagi atlet atas jerihpayahnya dalam meraih juara. “Kejuaraan ini akan berpengaruh besar terhadap karir mereka untuk menjadi atlet profesional, makanya semua yang bertanding mengeluarkan kemampuan terbaiknya,” ungkapnya.

PANTANG MENYERAH : Seorang atlet ketika melempar shuttlecock yang jatuh di bidangnya dan memberikan poin bagi lawan

PANTANG MENYERAH : Seorang atlet ketika melempar shuttlecock yang jatuh di bidangnya dan memberikan poin bagi lawan (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

Sedangkan, untuk menjaga sportifitas pertandingan, panitia menyiapkan 12 wasit dan 16 hakim garis. Para petugas itu adalah orang yang berkompeten dibidangnya dan telah memiliki sertifikat minimal tingkat kabupaten, bahkan hingga tingkat nasional. “Saya harap seluruh atlet memaksimalkan waktu ketika tak bertanding untuk beristirahat, sebab jadwal pertandingan sangatlah padat,”tuturnya.

Sementara itu, Fery Sutyasa manager salah satu kontingen asal Banyuwangi mengatakan, sebenarnya bukan juara yang menjadi tujuan utamanya. Melainkan adalah pengalaman bertanding para atlet yang kebanyakan masih usia dini. Selain itu, untuk keberlangsungan karirnya ke kancah yang lebih tinggi. Sebab, tidak menutup kemungkinan atlet bulutangkis profesional andalan Indonesia akan terlahir dari sini.”Persaingan sangat kompetitif, kendati tidak mematok juara namun saya berharap para atlet bisa meraih juara yang nantinya bisa menumbuhkan semangat meraih prestrasi dikejuaraan bulutangkis lainnya," jelasnya. (jaz/tri)

(rt/zak/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia