Kamis, 21 Sep 2017
radartulungagung
Politik

Layanan Pemilih Disabilitas dalam Pemilu

Rabu, 12 Jul 2017 09:38 | editor : Andrian Sunaryo

TERJUN LANGSUNG: Para disabilitas saat mendapat sosialisasi dari KPU tentang pemilu.

TERJUN LANGSUNG: Para disabilitas saat mendapat sosialisasi dari KPU tentang pemilu. (Dok KPU Tulungagung)

Salah satu hal utama dalam pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) yakni adanya pemilih. Ini juga termasuk dalam pilkada yang bakal digelar 2018 mendatang. Banyak usaha yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mensosialisasikan tentang pemilu ataupun pilkada kepada masyarakat yang memiliki hak pilih (hak suara).

Selain untuk pemahaman kepada masyarakat, sosialisasi juga penting demi terwujud tingginya tingkat kehadiran untuk memberikan hak pilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Pihak KPU juga memberikan sosialisasi kepada para penyandang disabilitas. Bagaimanapun, mereka tetap memiliki hak suara dalam pelaksanaan pemilu ataupun pilkada.

Menurut Ketua KPU Tulungagung, Divisi Perencanaan dan Data, Suprihno, ada beberapa agenda yang harus diselesaikan KPU untuk menyambut pilkada 2018 mendatang, khususnya untuk memastikan jaminan bagi pemilih disabilitas.

Langkah KPU Jaminan Para Pemilih Disabilitas

Langkah KPU Jaminan Para Pemilih Disabilitas (Hendra Novias/Radar Tulungagung)

Beberapa di antaranya penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) pendataan pemilih/PPDP yang memiliki wawasan dan ketrampilan tentang disabilitas, sehingga data lebih akurat. Langkah lain yakni ada baiknya pemerintah atau penyelengara pemilu membuat call center layanan disabilitas dalam masa tahapan pemilu, sehigga penyandang disabilitas akan terbantu.

Penyelengara pemilu harus memetakan penyandang disabilitas di setiap TPS sehingga KPPS dapat memberikan layanan dan bantuan kepada pemilih untuk menggunakan hak pilih di TPS. Selanjutnya mengajak masyarakat memberikan informasi secara terbuka tentang anggota keluarga penyandang disabilitas yang memiliki hak yang sama dengan mereka yang normal, sehingga data DPT menjadi valid. 

Libatkan masyarakat, ormas, LSM untuk terlibat aktif dalam mendidik masyarakat disabilitas terlibat dalam pemilu, dan memberikan kesamaan hah-hak mereka dalam berpolitik. “Semoga pekerjaan rumah KPU pada Pilkada 2018 dalam memberikan layanan akses bagi pemilih disabilitas dapat terlaksana dengan baik,” jelasnya.

Sejauh ini KPU RI telah melangkah nyata dalam mendorong peran aktif masyarakat untuk ikut mendukung pemilu akses disabilitas. Di antaranya lomba pemilu akses bagi kalangan jurnalis, serta pemberian penghargaan (award) bagi website di lingkungan internal KPU yang dinilai berperan aktif memberikan layanan bagi kaum disabilitas.

Ahmad, salah seorang penyendang disabilitas berharap sebelum pelaksanaan pilkada 2018 mendatang, tetap ada sosialisasi dari KPU kepada para disabilitas. Langkah itu cukup membantu sebab para disabilitas lebih memahami tentang kepemiluan. “Pada pemilu lalu juga ada sosialisasi. Semoga nanti kedepan tetap ada bahkan bisa lebih diperluas,” harapnya. (wen)

(rt/whe/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia