Selasa, 21 Nov 2017
radartulungagung
icon featured
Ekonomi
Semakin Klasik Tambah Asik

jual beli motor tua

Selasa, 11 Jul 2017 18:19 | editor : Whendy Gigih Perkasa

KLASIK: Motor Honda 69 yang masih diminati

KLASIK: Motor Honda 69 yang masih diminati (whendy giigh perkasa/ RATU)

TULUNGAGUNG- Bagi sebagian orang, barang yang sudah berusia tua memiliki nilai sejarah yang cukup tinggi. Salah satunya sepeda motor. Motor tua atau istilah kerennya motor klasik, ternyata masih cukup banyak peminat. Alasannya tak lain karena ada kenangan dalam motor itu. Itulah sebabnya, motor klasik selalu diburu, baik oleh kolektor ataupun pelaku bisnis jual beli.

Peluang itulah yang dimanfaatkan sebagaian orang untuk meraup untung yakni dengan bisnis motor klasik. Seperti dilakoni Ady Dwi Prayitno. Warga Desa Sambirobyong, Kecamatan Sumbergempol itu sudah beberapa tahun terakhir menekuni usaha jual beli motor jadul. Dia pun rela berburu ke berbagai daerah untuk mendapatkan stok barang berupa motor klasik yang bisa dijadikan investasi dan tentu saja mendatangkan pundi-pundi rupiah.

Motor klasik yang sering menjadi dagangannya yakni Honda Astra s90 atau disebut juga Honda 69. Selain itu ada Honda Kalong atau Honda c70 serta motor klasik dari pabrikan Yamaha dan lain sebagainya.

Menurut Ady, motor klasik memiliki nilai lebih. Yakni selain hobbi, bisa menjadi investasi jangka panjang. Menyimpan motor antik jika tahu caranya harga jual semakin tahun akan semakin tinggi. Tambah tahun tambah langka. Semakin klasik tambah asik. “Intinya motor klasik punya cerita tersendiri. Selain hobbi, juga investasi,” ungkapnya.

Untuk harga jual, Ady mengaku tergantung kelengkapan surat kendaraan. Selain itu melihat kondisi motor yakni keaslian atau orisinilnya. Rata-rata Honda 69, Honda c70 dijual dengan harga Rp 2 sampai Rp 7 juta. Pemasaran tak hanya lokal, tapi luar daerah. Seperti Surabaya, Jogjakarta, Bandung, Jakarta, Bali, bahkan Lombok. Para peminat selain dari para kolektor, juga dari seseorang yang memenang ingin mengenang masa indahnya pada zaman dulu bersama motor kesayangan.

Pembeli, lanjut Ady, biasa mendapatkan informasi dari rekan sesama kolektor ataupun rekan lain. Setelah mengetahui foto motor yang dimaksud, akan segera cek fisik. Kondisi motor yang masih orosinil tentu harga akan semakin tinggi. “Motor jaman dulu banyak menggunakan logam atau krom secara maksimal dan lebih berkualitas. Saat ini banyak menggunakan plastik sehingga kesannya hanya mengejar pasar atau kuantitas,” imbuhnya.

Rahardjo, salah seorang pemilik motor tua Honda c69 mengaku rela merogoh kocek untuk mendandani motornya. Menurut dia, meski sudah tua dan tak lagi melaju kencang, namun ada kenangan yang tersimpan dalam motor. Kenangan itulah yang menurut Rahardjo tak bisa dilupakan. “Dulu saat masih perjaka saya pakai motor ini. pacaran juga sampai nikah. Pokoknya jadi saksi bisu motor ini,” ujarnya. (wen)

(rt/whe/whe/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia