Jumat, 19 Jan 2018
radartulungagung
Tulungagung

Pelaku dan Korban Sering Bertengkar

Pipit Dijerat UU KDRT Diancam 15 Tahun Penjara

Kamis, 21 Jul 2016 10:56

Pelaku dan Korban Sering Bertengkar

KEJAM : Kasatreskrim Suwancono menunjukan barang bukti dan pisau yang digunakan Pipit Dwi Siswahyudi (tengah) untuk menikam Heru Rohmadi, kemarin. (AGUS MUHAIAMIN/RADAR TRENGGALEK/JawaPos.com)

TRENGGALEK – Penyesalan selalu datang terlambat.  Itu yang dirasakan Pipit Dwi Siswahyudi, pembunuh Heru Rohmadi, 30 yang tak lain kakak kandung sendiri. Motif atau latar belakang pria berumur 24 tahun ini menikam kakaknya pada Selasa (19/7) lalu karena ketidakharmonisan antara pelaku dengan korban.

Bahkan, mereka berdua sering bertengkar dan saling mengeluarkan ancam untuk membunuh. Kini Pipit dijerat pasal UU Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) pasal 44 ayat 3 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Menurut Kapolres Trenggalek AKBP I Made Agus Prasatya melalui Kasatreskrim AKP Suwancono, dari keterangan pelaku dan saksi, latar belakang aksi penikaman berujung kematian  yang dilakukan Pipit didasari ketidakharmonisan dua orang saudara kandung terebut. Hampir setiap hari terjadi pertengkaran antar mereka. Bahkan, dalam pertengkaran itu masing-masing berani mengeluarkan ancam untuk membunuh.

“ Begitu juga dalam pesta miras yang dilakukan beberapa waktu lalu, mereka terlibat pertengkaran,” katanya kepada wartawan di Mapolres, kemarin(20/7). 

Puncak dari pertengkaran itu tewasnya Heru saudara kandung pelaku, karena oleh pelaku ditikam pisau yang memang setiap hari dibawa pria asal Desa Sukosari, Kecamatan Trenggalek ini. 

Dikatakan Wancono-sapaan akrabnya-, dari hasil otopsi mayat korban, tewasnya korban Heru karena pisau yang dihujamkan ke punggung korban mengenai salah satu organ penting dan mengakibatkan pendarahan hebat.

Sehingga tak berselang lama, korban meninggal di tempat kejadian.

Lebih lanjut Wancono mengungkapkan atas perbuatan tersebut pelaku dijerat dengan pasal Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang mengakibatkan meninggalnya nyawa seseorang atau pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Mulai hari ini pelaku akan menjalani penahanan di Mapolres,” paparnya.

Dalam waktu dekat pihaknya akan rekontruksi pembunuhan tersebut di lokasi kejadian. Hal itu penting karena dapat menunjang proses penyelidikan. Selain itu, pihaknya juga berniat tes kejiwaan untuk mengetahui kondisi mental pelaku. Mengingat korban adalah saudara kandungnya.

“Sementara tidak ada perencanaan dalam pembunuhan tersebut, tapi kami akan  menggali keterangan dari keluarga korban yang sekarang masih belum bisa karena dalam suasana berduka,” paparnya.

Sementara itu, pelaku Pipit Dwi Siswahyudi begitu tenang saat beberapa awak media menanyakan sebab pertengkaran. Bahkan dari nada jawaban yang dilontarkan seolah tersembunyi kejengkelan terhadap saudara kandungnya tersebut. Meskipun demikian dia mengaku menyesal perbuatan tersebut yang berakhir nyawa kakak kandungnya tersebut.

“Dia sering mengganggu orang tua,” ucap Pipit tampak kesal.

Diakui dia, perilaku Heru terhadap orang tua tersebut menjadi pemicu pertengkaran yang hampir setiap hari mereka lakukan.

Bahkan, saling ancaman untuk membunuh antara satu sama lainnya selalu muncul kala mereka bercekcok.

“Dia (heru, red) juga meresahkan lingkungan,” sambung Pipit.

Dia juga mengaku kaget setelah kakak kandungnya tersebut diam tak bergerak, tak lama setelah terkena pisau di bagian punggung.

Dia pun berusaha membangunkan kakak kandungnya tersebut. Sayangnya, kendati sudah dipanggil berulang kali dan coba dibangunkan Heru tewas oleh benda tajam miliknya.

“Saya menyesal,” ucapnya, sambil menunduk. 

Seperti diberitakan, nahas menimpa Heru Rohadi, 30, warga RT/RW 11/4 Desa Sukosari, Kecamatan Trenggalek, dini hari, kemarin (19/7).

Dia diduga tewas ditikam oleh Pipit Dwi,24, adik kandung sendiri seusai pesta miras bersama kawan-kawannya. Sayangnya, hingga kini motif penikaman tersebut belum diketahui.

Informasi yang diterima koran ini, sekitar pukul 02.30 dini hari kemarin, Heru bersama dengan rekan-rekannya sedang asyik menengak minuman sambil bernyanyi ria.

Pesta miras tersebut pun juga diikuti oleh adik kandung korban. (hai/and)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia