Jumat, 19 Jan 2018
radartulungagung
Tulungagung

Tidak Ditekuni, UMKM Sulit Berkembang

Senin, 11 Jul 2016 12:16

Tidak Ditekuni, UMKM Sulit Berkembang

RENYAH: Salah satu pelaku UMKM kerupuk rambak di Kelurahan Sembung yang terus menekuni usahanya. (ZAKI JAZAI/ RATU/JawaPos.com)

TULUNGAGUNG- Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (Dinkop dan UMKM) Tulungagung kesulitan mengembangkan usaha para pelaku UMKM. Pasalnya, banyak para pelaku UMKM yang berganti usaha. 

Kasi Pengembangan Kewirausahaan Bidang UMKM Dinkop dan UMKM Tulungagung, Marni mengatakan, sebagian para pelaku UMKM masih belum memiliki kenyakinan untuk terus menekuni usahanya.

Buktinya, mereka sering beralih usaha untuk memproduksi barang atau makanan yang saat itu marak diminati konsumen.

Padahal kondisi tersebut tidak berlangsung lama, hanya beberapa bulan atau bahkan beberapa hari.

“Merubah keyakinan para pelaku UMKM agar terus menekuni usahanya masih menjadi kendala kami. Sebab, mereka mudah mengalihkan usahanya seperti saat Ramadan yang baru saja berakhir, sebagian pelaku UMKM beralih ke penyedia makanan berbuka puasa atau takjil,” ungkapnya.

Dia mengakatan, seringnya para pelaku UMKM berganti jenis usaha membuat mereka sulit mengembangkan usahanya.

Sebab dengan perkembangan zaman yang ada saat ini, banyak pelaku UMKM yang membuat barang atau makanan dengan jenis yang sama. Sehingga kendati jenisnya sama, diperlukan ciri yang khusus agar produksi tersebut bisa diminati para konsumen luas.

“Dengan demikian perlunya pelaku UMKM menekuni usahanya itu, agar mereka bisa membuat produk yang khas seperti kerupuk rambak atau keripik khas Tulungagung yang pastinya berbeda dari daerah lain,” katanya.

Untuk itu, Dinkop dan UMKM terus berupaya untuk mendampingi para pelaku UMKM agar terus menekuni usahanya tersebut.

Seperti pelatihan dan bimbingan teknis (Bimtek) kapada beberapa pelaku UMKM serta menggandeng badan diklat Dinkop dan UMKM Provinsi Jawa Timur agar memberi pelatihan di Tulungagung.

“Selain memberi pelatihan agar pelaku UMKM meningkatkan produksinya, kami juga memberi pelatihan mengenai manajemen keuangan agar mereka bisa mengelola keuangannya dengan benar, “ jelasnya. (jaz/wen)

 

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia