Jumat, 19 Jan 2018
radartulungagung
Tulungagung

Antrean Menumpuk hingga Satu Kilometer

Senin, 11 Jul 2016 12:11

Antrean Menumpuk hingga Satu Kilometer

MENINGKAT : Pengguna jasa penyebrangan Brantas diperkirakan meningkat hingga H+7 mendatang (ANIK LATIFAH/RATU/JawaPos.com)

TULUNGAGUNG – Keberadaan perahu tambang pada saat Lebaran masih sebagai salah satu alat tranportasi yang menjadi pilihan menarik untuk masyarakat.

Itu terlihat di Desa Ngunut kemarin (10/7). Yakni kendaraan roda empat dan dua yang ingin memanfaatkan jasa tersebut terpaksa mengantre hingga satu kilometer.

Maka pemandangan di lokasi terlihat kendaraan menumpuk dan untuk bisa terangkut perahu tambang maka pengandara terlebih dulu menunggu hingga dua puluh menit.

Kondisi ini tidak lepas keuntungan memilih jasa itu. Sebab bisa mempercepat sampai ke tujuan bahkan memperpendek jarak antar kabupaten. Dengan menyebrang Sungai Brantas dan tarif tidak mahal.

Adanya peningkatan jumlah kendaraan yang ingin menambang sudah terlihat sejak H-3 lalu, dan diperkirakan akan tetap terjadi hingga H+7 mendatang.

" Kalau Lebaran ya seperti ini, pukul 04.00 sudah banyak yang antre. Hingga ratusan kendaraan, dan ini nanti bisa sampai malam. Mengingat, jika lewat darat, menghabiskan waktu hingga satu jam, namun saat lewat tambang bisa berkurang hingga dua puluh menit untuk kendaraan jenis mobil,"ujar salah satu pengelola perahu tambang, Sadji.

Sadji mengatakan, dari hasil hitungan setiap jam, rata-rata ada enam kali trek atau bolak-balik ke barat dan ke timur. Dan jumlah mobil setiap jam mobil yang terangkut 432 unit.

Berbeda untuk motor, ada sekitar 150 unit per jam.

" Untuk menghitung jumlah unit kendaraan yang menambang. Yaitu pertama menghitung jumlah rata-rata kendaraan yang bisa diangkut perahu. Sekali angkut sekitar lima puluh dua unit, baik motor ataupun mobil. Artinya tinggal menghitung berapa kali trek dan kapisitas angkut ,"jelas pria 78 tahun ini

Untuk prosentase peningkatan volume kendaraan, Sadji memperkirakan hampir lima puluh persen, dibandingkan hari biasa.

Sebab, saat hari biasa, rata-rata kendaraan yang menambang hanya berkisar puluhan unit dalam waktu satu hari.

Pada Lebaran tahun ini meningkat dibandingkan Lebaran tahun lalu.

" Hari biasa hanya dua puluh persen, sekarang bisa lima puluh persen. Dibanding tahun lalu, antrean lebih panjang. Wajar tidak sedikit yang akhirnya keluar dari mobilnya, karena lama mengantre,"pungkasnya. (ani/din)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia