Jumat, 19 Jan 2018
radartulungagung
Tulungagung

Puncak Arus Balik Macet

Di Terminal Gayatri Penumpang Membeludak

Senin, 11 Jul 2016 11:59

Puncak Arus Balik Macet

RAMAI LANCAR: Dua polisi menyeberangkan pengendara sepeda pancal di Simpang Empat Bendorejo (foto kiri). Kasat Lantas Polres Trenggalek AKP Heru Sudjio Budi Santoso mengurai kemacetan di Simpang Tiga Jarakan, Trenggalek kemarin (10/7). (CHOIRURROZAQ/RATU/JawaPos.com)

TULUNGAGUNGPuncak arus balik Lebaran terjadi pada Minggu (10/7) kemarin. Itu terlihat dari kendaraan yang melintasi jalan raya Tulungagung-Kediri volume kendaraan meningkat tajam di banding hari sebelumnya. Bahkan kepadatan kendaraan mobil roda empat maupun dua hingga dua kilometer di simpang tiga Ngantru.

Di samping itu, indikasi lainnya ada di Terminal Gayatri. Yakni para pemudik membeludak yang ingin memanfaatkan bus untuk balik ke tempat tinggalnya atau kerja.

Untuk bisa terangkut para penumpang terpaksa berdesak-desakan di dalam bus. Dari catatan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Tulungagung diperkirakan penumpang 15.075 orang.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Tulungagung di lokasi tersebut. Kepadatan arus balik di simpang langganan kemacetan tersebut sekitar pukul 10.00.

Untuk mengurai kemacetan, para petrugas menggunakan rekayasa arus lalu lintas contra flow atau lawan arus.

Dalam rekayasa itu para petugas mengimbau para pengendara roda dua untuk lebih mengambil jalur alternatif, yaitu koramil Ngantru belok kanan menuju ke arah Desa Pinggirsari, Kecamatan Ngantru. Sedangkan, mobil roda empat diperbolehkan jalan lurus.

“ Kami melakukan rekayasa contra flow. Sehingga, bisa mengurangi kemacetan dan penumpukan di simpang tiga Ngantru,” ungkap Kapolres Tulungagung AKBP FX Bhirawa Braja Paksa diwakili Kabag Ops Kompol M. Khoiril.

Dia mengatakan, efek dari rekayasa arus lalu lintas contra flow menimbulkan kepadatan dari arah timur (Blitar) ke barat.

Bahkan, dia tidak menutup mata jika sempat terjadi kepadatan dan mengular hingga dua kilometer. Namun, hal itu bisa mengurangi kemacetan, dan tidak seperti tahun sebelumnya.

“ Arus Balik lebih meningkat dari H+3. Meski padat, namun lancar. Bahkan, arus balik di jalur alternatif Karangrejo – Kediri, Rejotangan – Blitar juga lancar dan tidak ada penumpukan,” tegasnya.

Sementara itu, di Terminal Gayatri, kemarin sekitar pukul 09.00 ratusan penumpang sudah terlihat membeludak.

“ Hari ini (kemarin) memang terlihat signifikan untuk volume lonjakan penumpang, yang ingin kembali ke kota asal atau mudik.

“ Besok (hari ini) banyak yang sudah masuk kerja sekaligus ada penerimaan siswa baru, jadi hari ini (kemarin) menjadi hari pemudik kembali ke asal. Untuk itu, jumlah bus juga ditambah, dengan mengkondisikan bus di garasi,” kata salah satu petugas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Tulungagung, Oni Suryanto,

Antisipasi antrean penumpang tersebut, Dishubkominfo berkoordinasi dengan perusahaan yakni menambah bus sebagai cadangan, jika sewaktu-waktu bus dari arah Trenggalek macet atau datang terlambat.

“ Untuk menghindari penumpukan penumpang di terminal atau menghindari penumpang yang terlantar, bus di garasi akan dikondisikan untuk keluar. Sebagai ganti bus yang terlambat datang,”jelasnya.

Yakni bus yang terparkir di terminal selama tiga menit, dikondisikan untuk segera penuh, ditambah jam operasional dimajukan. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi antrean bus sekaligus menghindari kekosongan bus .

Oni belum bisa menentetukan total penumpang. Pasalnya dipengaruhi volume penumpang setiap saat bisa berubah dan bertambah setiap hari.

" Yang jelas, ada peningkatan dari H-7 hingga H+3,” katanya.

Dari data yang Dishubkominfo jumlah bus dan penumpang, yakni pada H-7 total bus yang dipersiapkan 571 dengan total penumpang 6.063. H-6 bus sejumlah 662 total penumpang 6.953. H-5 bus sejumlah 555, penumpang sejumlah 7.445. H-4 jumlah bus sebanyak 591, dengan total penumpang 7.308. H-3 bus sejumlah 726, dengan total penumpang sebanyak 10.322. H-2 bus sebanyak 607, total penumpang 8.534. H-1 bus sebanyak 598, dengan total penumpang sebanyak 8.437. H1 bus sebanyak 581 dengan total penumpang 8.346. H2 bus sebanyak 394 total penumpang 6.355. H+1 bus sebanyak 579 dengan penumpang 11.680. H+2 bus sebanyak 559 dengan total penumpang 11.905. Dan H+3 bus sejumlah 626, total penumpang 15.075.

Oni menambahkan, untuk pemudik paling banyak mengarah ke Surabaya, Malang dan Solo.

“Rata-rata penumpang memilih waktu pagi, sebab semakin siang semakin banyak pemudik. Jadi, otomatis mereka memilih jam pagi, untuk menghindari antrean panjang,”ungkapnya. (lil/ani/din)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia