Jumat, 19 Jan 2018
radartulungagung
Blitar

Dua Saksi tidak Hadir dalam Sidang Nurdoko

Rabu, 01 Jun 2016 14:58

Dua Saksi tidak Hadir dalam Sidang Nurdoko

MASIH BERLANJUT : Para terdakwa saat menghadiri persidangan ketiga kasus pengeroyokan Nurdoko di Pengadilan Negeri Blitar, kemarin (31/5). (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR/JawaPos.com)

BLITAR KOTA - Sidang kasus penganiayaan  Nurdoko warga Desa Dayu, Kecamatan Nglegok yang tewas dikeroyok kembali  kembali digelar. Agenda sidang yakni mendengarkan tiga keterangan saksi yang didatangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari pihak terdakwa. 

Namun, dari tiga saksi yang dihadirkan kemarin, hanya satu saksi yang hadir. Yakni Puspito. Dua saksi lainnya tak hadir tanpa alasan yang jelas. Sidang dipimpin langsung oleh majelis hakim Benhard Mangasi Lumban Toruan ini berjalan lancar selama kurang lebih 1,5 jam.  

Dalam sidang kemarin, majelis hakin mencecar sejumlah pertanyaan kepada Puspito. Majelis hakim mempertanyakan peristiwa pengroyokan yang dialami Nurdoko pada Januari lalu. Dalam fakta persidangan terungkap bahwa saksi sempat mendengar suara seperti orang kesakitan.

“Ya, saya dengan seperti suara oh..oh..ohh itu,” ungkap warga Desa Gledug, Kecamatan Sanankulon ini di hadapan majelis Hakim. 

Menurut Puspito, saat itu dirinya berencana ingin membeli makan yang tak jauh dari TKP. Dalam persidangan, dia mengatakan, jarak dirinya dengan sumber suara tersebut sekitar 25 meter dari TKP yaitu di kafe tempat Nurdoko dikeroyok.

“Waktu itu, saya membiarkan suara itu. Saya tidak begitu penasaran lantaran kondisi juga remeng-remeng (kurang cahaya) jadi tak begitu jelas apa yang sedang terjadi,” terangnya lagi saat majelis hakim beberapa kali mempertanyakan alasan saksi. 

Namun, lanjut Puspito, dirinya sempat melihat seseorang yang sedang menendang-nendang. Orang tersebut diketahui Narko, salah satu pelaku yang kini masih buron.

“Dia menendang-nendang seperti ini. Tapi tak begitu jelas siapa yang ditendang,” ucapnya sembari mempratikkan gerakkan menendang di hadapan majelis hakin .

Dalam sidang yang di mulai sekitar pukul 14.30 itu juga tampak hadir para terdakwa yang berjumlah enam. Yakni AM alias Kotin, 38,  Imam alias Kebo,44, dan Sugianto alias Maling, 55 ketiganya warga Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok.

Ada juga  tiga terdakwa lainnya, Triwidodo alias TW, 34,  Triyono, 34, alias TY dan Sugianto alias Bagong, 35 warga Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari. Lalu, juga disaksikan sejumlah kerabat keluarga korban. 

Dalam persidangan ketua mejelis hakin Benhard Mangasi Lumban Toruan mengatakan, dalam memberikan keterangan saksi harus sesuai dengan fakta.

Sebab, kemarin, terlihat berulang kali hakim menanyakan alasan saksi tidak segera mengecek sumber suara tersebut.

“Padahal jarak anda dengaTKP hanya 25 meter. Kenapa anda tidak mencoba mengeceknya.,” katanya. 

Dipihak lain, dalam hal ini penasehat hukum terdakwa menyerahkan tanda terima Barang Bukti (BB) yang disita oleh Polres Blitar Kota dari Siti Zulaikah Istri terdakwa Amadi alias Kotin kepada JPU.

Yakni berupa satu buah ponsel merek Nokia  warna hitam berserta baterai dan dua buah simcard.

Lalu, satu ponsel merek Samsung warna putih beserta baterai dan satu SIM card, satu buah digital recorder warna hitam dan satu buah LCD merek LG.

Menurut penasihat hukum terdakwa BB yang disita tersebut tidak masuk dalam berkas perkara.

“Ya, BB tersebut tidak ada dalam berkas perkara. Saya meminta kepada JPU untuk menghadirkan BB tersebut,” jelas Widik Isnuryadi, ditemui usai persidangan, kemarin.

Sehingga, majelis hakim meminta kepada JPU untuk bisa  membawa BB yang telah disita pada sidang berikutnya.

Rencananya sidang akan dilanjutkan kembali pada Kamis (2/6) mendatang.

Agendanya, mendengarkan dua saksi yang tak sempat hadir dalam sidang ketiga kemarin dan saksi tambahan lainnya. 

Seperti diketahui, Nurdoko tewas dikeroyok sejumlah  pemuda.  Pemuda yang dikenal jagoan di desanya itu tewas usai dikeroyok dan dianiaya dengan benda tumpul.

Polisi pun turun tangan dan menangkap sejumlah pelaku hingga berlanjut ke persidangan. (sub/ziz) 

 

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia