Jumat, 19 Jan 2018
radartulungagung
Hobi
Hobi Mancing di Kawasan Pantai

Sabar Menanti Ikan Buruan Sambar Umpan

Jumat, 13 May 2016 14:14

Sabar Menanti Ikan Buruan Sambar Umpan

TELATEN: Penghobi mancing bisa seharian di tepi pantai untuk mendapatkan ikan buruan. (YANU ARIBOWO/RADAR BLITAR/JawaPos.com)

JawaPos.com - Bagi penghobi mancing, menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan ikan buruan merupakan bagian yang harus dilalui, sebelum memetik hasil. Mereka memiliki kesabaran dan ketelatenan yang tinggi, untuk menunggu ikan buruan menyambar umpan pada mata pancing.

Selain menyalurkan hobi, mereka juga bisa menikmati suasana santai di alam bebas kawasan pantai sepanjang hari. 

Penghobi mancing di kawasan pantai sering kali memilih lokasi mancing yang memiliki arus bagus, yang tidak terlalu besar atau kecil. Ketika memutuskan mancing pada malam hari, mereka bakal menghindari waktu mendekati bulan purnama, sebab ikan buruan lebih sulit dideteksi keberadaannya.

Untuk lokasi menghabiskan waktu santai tersebut, masing-masing pemancing memiliki selera berbeda. Ada yang gemar di area tebing karang hingga menghabiskan waktu di bibir pantai, untuk menunggu ikan buruan menyambar umpan. Namun, selama ini untuk mendapatkan ikan buruan, dikembalikan lagi pada keberuntungan masing-masing pemancing. 

Perangkat utama yang dibutuhkan untuk menyalurkan hobi mancing antara lain joran, reel, senar, pelampung, pemberat, hingga mata pancing atau kail. Untuk aktivitas mancing di kawasan pantai, biasanya dipilih joran atau stik pancing yang memiliki ukuran lebih panjang.

Bagian yang biasa disebut walesan ini dipilih yang memiliki panjang sekitar 2,7 meter hingga 4,5 meter. Pilihan bahannya bisa dari fiber maupun carbon. Harganya juga bervariasi mulai Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu, untuk joran berbahan fiber, dan harga Rp 400 ribu hingga Rp 1,5 juta, untuk joran berbahan carbon.

“Kalau dari segi kualitas, jelas lebih bagus joran berbahan carbon,” jelas Roni BS, penjual alat pancing.

Untuk menghasilkan peralatan memancing sesuai selera, kebanyakan penghobi mancing merakit sendiri. Selain memilih joran yang sesuai selera, reel atau penggulung senar, juga bisa disesuaikan jika untuk berburu ikan di kawasan pantai.

Yakni, reel ukuran sedang dan besar. Sebab, semakin besar perangkat ini mampu menggulung senar lebih panjang, sehingga sangat mendukung kebutuhan panjang senar untuk mencapai area keberadaan ikan buruan pada kedalaman tertentu.

Untuk ukuran senar, bisa dipilih yang memiliki kekuatan menahan beban sekitar lima kilogram. Terkait penggunaan pelampung biasanya disesuaikan dengan selera pemancing. Namun, umumnya banyak yang tidak menggunakan pelampung dan hanya dipasang pada waktu tertentu. “Biasanya ketika memancing di area perairan yang tenang, seperti teluk,” jelas pria 38 tahun ini. 
Sedangkan, mata pancing atau kail yang dibutuhkan, bisa disesuaikan dengan target ukuran ikan buruan. Ada banyak pilihan ukuran kail mulai dari 1-15. Ukuran pancing yang digunakan untuk memancing di kawasan pantai, juga bisa melihat musim ikan buruan.

Seperti saat ini, sedang musim ikan kakap merah dan krapu. Dan bagian yang wajib dipasang agar mata pancing bisa mencapai area keberadaan ikan buruan pada kedalaman tertentu adalah pemberat dari timah.

Benda mungil ini menjadi pemberat dan sangat memudahkan mata pancing mencapai kedalaman tertentu dan ukurannya juga bermacam-macam. Namun, pemberat yang biasa digunakan adalah mulai ukuran dua gram hingga satu ons. 

Selain itu, pada bagian mata pancing, bisa dipasangkan umpan asli maupun umpan tiruan. Untuk umpan asli, biasanya udang kecil dan ikan teri menjadi favorit ikan buruan. Sedangkan, pada saat tertentu bisa juga dipasangkan umpan tiruan yang bentuknya menyerupai ikan asli.

Harga umpan tiruan ini bervariasi mulai Rp 15 ribu hingga Rp 150 ribu. Meski tiruan, umpan ini juga mampu menarik perhatian ikan buruan. (ynu)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia