Kamis, 26 Apr 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik
KORUPSI

Kades Pasinan Dituntut 1,2 Tahun

Selasa, 17 Apr 2018 09:19 | editor : Aries Wahyudianto

Terdakwa Kunari saat menjawab pertanyaan majelis hakim dalam sidang di PN Tipikor, kemarin.

DISIDANG : Terdakwa Kunari saat menjawab pertanyaan majelis hakim dalam sidang di PN Tipikor, kemarin. (Yudhi/Radar Gresik)

KEPALA Desa Pasinan Lemah Putih, Kecamatan Wringinanom, Kunari, dituntut 1 tahun 2 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Gresik. Tuntutan itu dibacakan dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)  di Sidorajo, kemarin.

Kasi intel Kejari Gresik Marjuki menjelaskan, tuntutan dibacakan oleh tim JPU Tindak Pidana Khusus. Terdakwa, kata dia, dinilai melanggar Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 juncto Pasal 18 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagimana telah diubah dalam UU 20/2001 tentang Perubahan atas UU 31/1999.

"Perbuatan terdakwa telah menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 113.949.600. Uang itu merupakan dana desa tahun anggaran 2016 untuk pembangunan infrastruktur,” kata Marjuki.

Anggaran itu rencananya dipakai membangun tembok penahan tanah (TPT) dan perbaikan jalan. Jumlah anggaran keseluruhan sebesar Rp 614.916.000. setelah diaudit, ditemukan kejanggalan. ”Ada indikasi penyelewngan dana,” imbuh Marjuki yang juga Humas Kejari.

Marjuki mengatakan, tim jaksa menilai anggaran yang dikorupsi dipakai untuk memperkaya diri. Namun, setelah kasus itu mencuat, terdakwa mengembalikan anggaran yang sudah dikorupsi tersebut. ”Hanya bisa meringankan. Tidak bisa menggugurkan proses hukum yang sudah berjalan,” tuturnya.

Sebelum ditahan, Kunari sempat diperiksa di Unit Tipikor Polres Gresik pada Senin (29/1). Siangnya, berkas dilimpahkan ke Kejaksaan. Setelah dua jam diperiksa di ruang pidsus, Kunari resmi ditahan dan dilayar ke Rutan Banjarsari Cerme.(yud/ris)

(sb/yud/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia