Kamis, 26 Apr 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Nelayan Kenjeran Harapkan BBM Premium Tetap Dijual

Senin, 16 Apr 2018 15:58 | editor : Wijayanto

SEGAR: Sejumlah pembeli memilih ikan di Pasar Pabean Besar. Menjelang bulan Ramadan dan cuaca yang tidak menentu, harga ikan kini mulai naik.

SEGAR: Sejumlah pembeli memilih ikan di Pasar Pabean Besar. Menjelang bulan Ramadan dan cuaca yang tidak menentu, harga ikan kini mulai naik. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Kenaikan harga ikan di Surabaya bukan hanya dikeluhkan dengan adanya kondisi perubahan cuaca saja. Tetapi juga karena adanya kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium yang mengakibatkan pendapatan nelayan menurun, Minggu, (15/4).
Hal tersebut dikeluhakan oleh Mardiono salah satu nelayan pantai kenjeran yang sudah puluhan tahun menggeluti profesinya sebagai pencari ikan. Buka sekadar BBM saja, tetapi peralatan seperti jaring dan onderdil motor juga menjadi kendalanya.
“Saya harap pemerintah dapat meninjau ulang mengenai BBM premium ini. Karena saat ini sangat sulit didapat. Terus kalau premium sulit kami (para nelayan,Red) tidak bisa melaut kalau harus menggunakan BBM Pertalite atau Pertamax,” jelas Mardiono.
Dalam sekali melaut ia mengaku dapat menghabiskan sekitar enam liter premium, saat berangkat pada sore hari pukul 15.00 WIB dan kembali pada pukul 21.00 WIB. Jika harus memakai peralite atau pertamax, tentu akan ada selisih harga yang itu akan menjadi tanggungan nelayan.
Untuk itu, saat dirinya tidak melaut saat ini, ia mengisi waktunya dengan mencari pekerjaan lain. Seperti menjadi jasa tukang ke tetangga atau ke tempat lain agar keluarganya bisa tetap makan.
Kondisi yang sama dialami oleh Sugiono, ia tidak bisa melaut dalam beberapa hari ini selain cuaca tak menentu juga peralatan nelayan yang semakin mahal pula harganya. Dibandingkan dengan tahun kemarin, pendapatannya kali ini menurun drastis.
“Saat masih ada premium, saya bisa setiap hari melaut, namun saat ini jarang-jarang kalau pas ada bahan bakar ya melaut kalau tidak ya udah cari kerjaan lain, setidaknya bisa untuk makan setiap harinya,” ujar Sugiono.
Sementara ini Sugiono juga berharap hal yang  sama, agar BBM premium segera di penuhi stoknya dan dapat kembali melaut setiap hari. (gin/rud)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia