Rabu, 25 Apr 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Pasutri Nyabu di Kos

Senin, 16 Apr 2018 13:35 | editor : Aries Wahyudianto

Pasutri Sany dan Mahila ditangkap karena nyabu bareng.

KOMPAK : Pasutri Sany dan Mahila ditangkap karena nyabu bareng. (Yudhi/Radar Gresik)

MEMBINA rumah tangga, suami istri harus kompak dan saling mendukung. Namun kalau kekompakan itu sesuatu yang negatif, maka polisi bakal turun tangan. Seperti yang dilakukan Abdurrazak Sany, 25, warga Desa Sawahmulya RT 2 RW 4, Kecamatan Sangkapura, Bawean dan istrinya, Nur Mahila, 29, asal Jalan Rubi III/5 Perumahan PPS Desa Suci, Kecamatan Manyar.

Pasutri tersebut ditangkap polisi karena menghisap sabu-sabu bersama di dalam kamar kos. Keduanya memang menghuni satu kamar kos di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo 28/115 RT 02 RW 02, Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas. Polisi membekuk keduanya sekitar pukul 22.00, Sabtu malam.

Keduanya digelandang ke Polres Gresik. Kemudian menjalani pemeriksaan di Kantor Unit II Sat Reskoba. Setelah menjalani pemeriksaan, pasutri tersebut ditetapkan sebagai tersangka. Abdurrazak mengaku memakai sabu supaya kuat melek bersama istrinya.

Kasatreskoba Polres Gresik AKP Redik Tribawanto menjelaskan, kedua tersangka sudah lama terdeteksi sebagai pengguna narkoba. Mereka masuk jaringan tersangka sebelumnya. Namun, keduanya hanya sebagai pemakai. “Tidak mengedarkan,” katanya.

Barang haram tersebut dikirim dari bandar asal Bangkalan, Madura. Kemudian, barang diambil Abdurrazak di Surabaya. Setelah itu, digunakan di dalam kosnya bersama istrinya. “Yang perempuan tidak asing. Suami pertamanya pernah terlibat kasus yang sama,” ujarnya.

Barang bukti yang diamankan diantaranya. Satu pipet kaca berisi sisa sabu dengan berat timbang 2,82 gram. Satu alat hisap, satu buah skrop, satu korek api, tisu, sedotan dan puluhan plastik klip.

Dalam pemeriksaan, Abdurrazak tidak menampik tuduhan polisi. Dia berdalih jika dirinya sudah biasa mengkonsumsi sabu dengan istrinya itu. "Sudah beberapa kali aja," katanya.

Sementara Hila menyatakan, dirinya terpaksa mengikuti ajakan suaminya. Meski sudah mengenal lama dengan narkoba, Hila juga mengaku menyesal. “Ya pasti menyesal pak,” imbuh ibu empat anak tersebut. (yud/ris)

(sb/yud/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia